Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews.com – Dalam rangka syiar bulan Ramadhan dan sebagai upaya menanamkan nilai-nilai agamis bagi siswa dan guru, MTsN 1 Palembang hari ini Rabu (30/5) membuka kegiatan Pesantren Ramadhan. Kegiatan yang dilaksanakan di halaman madrasah ini akan berlangsung selama dua hari. Hari ini diperuntukkan untuk siswa siswi kelas VII, dan hari berikutnya untuk kelas VIII.
Rangkaian pembukaan Pesantren Ramadhan diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh salah satu siswa kelas VII, Mauludin Abussalam. Kemudian dilanjutkan oleh sambutan Kepala MTsN 1 Palembang, Budiman yang sekaligus membuka Pesantren Ramadhan.
Dalam sambutannya, Budiman menyampaikan pesan kepada siswa siswi untuk mengisi Bulan Ramadhan dengan kegiatan positif dan meningkatkan ibadah. “Kalau kita tidak biasa melaksanakan sholat Sunnah, pada bulan Ramadhan ini cobalah untuk melatihnya, karena selama bulan Ramadhan pahala kita akan dilipat gandakan oleh Allah SWT,” Ujar Budiman.
Dikatakannya, kegiatan pesantren Ramadhan kali selain untuk memotivasi juga sekaligus untuk menanamkan nilai-nilai agamis pada kita semua khususnya warga MTs N 1. Sehingga dalam menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan ini tidak sia-sia. “Karena makna dari puasa tidak cuma menahan diri untuk tidak makan dan minum,”ujar Budiman.
Lebih lanjut dia mengatakan, puasa mengajarkan banyak hal, antara lain agar kita memiliki sifat jujur, disiplin dan tawadhu’, serta memiliki sifat perduli dengan orang-orang miskin di sekitar kita. “Mari kita berpuasa dengan penuh keikhlasan mengharap ridho Allah SWT,” ajak Budi.
Sementara itu, ketua panitia Pesantren Ramadhan Ratno Hadi mengatakan, Pada kegiatan Pesantren Ramadhan ini, siswa siswi akan diberikan tausiyah terkait Ramadhan. Tausiyah pertama mengenai Hikmah Ramadhan yang disampaikan oleh Naruddin, guru Bahasa Arab MTsN 1 Palembang.
“Dalam sehari, kami akan memberikan 3 tausiyah, satu tausiyah berkisar kurang lebih 45 menit, setelah materi siswa diberikan kesempatan untuk bertanya seputar materi yang disampaikan, pukul 11.00 WIb anak-anak sudah bisa pulang,” Ujar Ratno Hadi(Editor Jon Heri)








