Laporan Inggri
PRABUMULIH, Jodanews.com – Puluhan sopir trevel jurusan Prabumulih-Palembang, Selasa (15/5/2018) menggelar aksi unjuk rasa ke kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih. Sopir travel tersebut meminta agar Pemkot dalam hal ini Penjabat Walikota Prabumulih, untuk melakukan penertiban angkutan armada PO Damri yang beroperasi.
Dalam orasinya, para sopir trevel yang tergabung dalam Komunitas Masyarakat Kota Prabumulih Bersatu ini menuntut agar Pemkot Prabumulih mengurangi armada PO Damri. Yang mana seperti diketahui jumlah PO Damri yang beroperasi mengambil penumpang ada 8 mobil terdiri dari empat mobil dari Prabumulih dan empat mobil dari Palembang.
“Dengan banyaknya PO Damri jurusan Prabumulih-Palembang dan sebaliknya Palembang-Prabumulih yang beroperasi, membuat pendapatan kami sopir trevel menurun draktis. Oleh karena itu kami minta pengurangan armada Bus Damri,” ujar Ahyar.
Ahyar menjelaskan, pihaknya meminta agar delapan PO Damri yang beroperasi dikurangi sebanyak lima armada sehingga hanya tiga saja yang beroperasi mencari dan mengangkut penumpang. Selain itu untuk tarif penumpang Damri yang selama ini hanya Rp20 ribu, agar kiranya dinaikan menjadi Rp30 ribu.
“Kami minta hanya tiga bus Damri saja yang beroperasi, dan tarif ongkosnya pun harus dinaikan jadi Rp30 ribu tujuan Prabumulih-Palembang ataupun sebaliknya. Saat ini dengan adanya keberadaan bus Damri penumpang yang naik trevel turun drastis. Kondisi ini membuat kami para sopir trevel mengalami kesulitan dalam segi pendapatan,” ungkapnya.
Usai melakukan orasi massa akhirnya ditemui Penjabat Walikota Prabumulih, H Richard Cahyadi AP. Dihadapan para pendemo Richard mengatakan, apa yang jadi tuntutan dan keluhan para sopir trevel akan kita tindaklanjuti.
“Kalau untuk jadi tiga armada bus Damri sepertinya tidak bisa kita penuhi. Sebab, kebutuhan masyarkat Prabumulih menggunakan pelayanan Damri sangat banyak. Kalau sepakat bagaimana kalau empat bus Damri yang beroperasi saja, dua dari Prabumulih dan dua dari Palembang,” jelas Richard. Terpisah Kadishub Pemkot Prabumulih, Mulyadi Musa menambahkan, Pemkot Prabumulih melalui Pj Walikota sepakat hanya empat bus yang beroperasi. Untuk mengenai tarif Damri agar dinaikan yang jadi tuntutan pendemo belum bisa kita kabulkan. “Pak Pj Walikota setuju empat bus yang beroperasi. Mengenai tarif belum bisa, karena sudah ada ketentuannya,” pungkas Mulyadi. (Editor Jon Heri)









