Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews.com – Bukan hanya anak umum saja yang melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), tetapi anak binaan Lembaga Penbinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Pakjo Palembang pun mengikuti USBN) Sekolah Dasar (SD) tahun 2018.
Staf Pembinaan LPKA Klas I Pakjo Palembang, Rudi Iskandar memgatakan, sebenarnya ada tujuh orang anak di LPKA Klas I ini, tapi yang belum bebas ada empat orang sekaligus yang ikut USBN SD 2018. Namun untuk tiga orangnya sudah bebas, tidak diketahui ikut USBN atau tidak. “Kita sudah hubungi namun belum ada jawaban. Hingga pelaksanaan USBN hari ini hanya ada empat orang yang ikut ujian,” ungkapnya saat mengawal siswa ujian di SDN 25 Palembang, Kamis (3/5/2018).
Dijelaskannya, prosedur tetap (Protap) nya anak dikawal baik saat berada di luar maupun di dalam LPKA Klas I Pakjo. Untuk materi sendiri, diberikan guru dari luar dengan bekerja sama dengan SDN 25 Palembang. “Meski tersandung hukum, hak pendidikan mereka tetap kita berikan,” terangnya.
Ditambahkannya, sejumlah siswa binaan LPKA Klas I Pakjo ini memiliki latar belakang khusus yang berbeda-beda, mulai dari kasus pembunuhan, kasus pelarian anak perempua dan lain sebagainya dengan hukuman yang berbeda-beda juga. “Lama hukumannya sendiri ada yang 10 tahun dan semuanya masih di bawah umur,” terangnya.
Sementara itu, salah satu anak binaan LPKA Klas I Pakjo Palembang, EK mengungkapkan, sudah melakukan persiapan dengan baik selama beberapa hari menjelang USBN, mulai dari pelajaran tambahan di kelas hingga belajar secara mandiri di kamar. “Ada 45 soal yang saya kerjakan, 40 ganda dan lima esai. Semunya bisa saya jawab,” ucapnya.
Ek mangaku, meski tersandung hukum, dirinya tetap berkeinginan melanjutkan pendidikan di jenjang sekolah menengah untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang dokter. “Saya masuk LPKA sejak 2016 lalu dengan dikenakan pasal 286. Saya akan keluar pada 2019 mendatang, dengan pengalami ini saya tak ingin lagi melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Saya bertekad mewujudkan cita-cita saya agar menjadi orang yang lebih baik,” pungkasnya. (Editor Jon Heri)








