Home HL BPOM Palembang Musnahkan 18.080 Tahu dan Dua Ton Mie Kuning Berformalin di...

BPOM Palembang Musnahkan 18.080 Tahu dan Dua Ton Mie Kuning Berformalin di TPA Sukawinatan

158
0
Laporan Meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews.com  – BPOM Palembang memusnahkan barang bukti tahu sebanyak 18.080 potong tahu yang mengandung formalin hasil penggerebekan yang dilakukan bersama kepolisian di pabrik tahu milik Atet di Jalan Sungai Itam Kelurahan Kemang Manis IB II Palembang. Tahu-tahu yang telah dicampur formalin ini, digerebek saat akan di distribusikan ke pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Palembang pada 15 Mei 2018 lalu.
“Tindakan sudah dilakukan dengan menggerebek tiga pabrik tahu di Palembang dan satu pabrik tahu di Lubuk Linggau. Dari penggerebekan itu kami sita dengan total 52 ribu potong tahu dan 2 ton mie basah yang semuanya sudah dicampur formalin,” jelasnya, Kepala BPOM Palembang Dewi  Prawitasari ketika ditemui usai pemusnahan tahu berformalin di TPA Sukawinatan Palembang. Kamis (24/05/2018)
Dari tindak lanjut perkara pidana terhadap pemilik pabrik tahu, berkas sudah dinyatakan p21 atau lengkap dari pihak kejaksaan. Penyidik dari BPOM  Palembang tinggal melimpahkan barang bukti dan tersangka ke kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut.
Sedangkan, Kadinkes Palembang Letizia yang juga berada di lokasi pemusnahan menuturkan, pihaknya juga melakukan pengawasan dan telah memanggil pengusaha dari berbagai bidang untuk tidak mencampur formalin di makanan sebagai bahan pengawet.
“Itu sudah kami lakukan, tetapi memang masih ada orang-orang yang menjual formalin ini apabila ada permintaan. Padahal, formalin ini tidak dijual bebas dan biasa digunakan untuk mengawetkan mayat dan kayu,” katanya.
Disisi lain, BPOM juga menindak lanjuti mengenai masih banyaknya pedagang yang menjual panganan di pasar beduk berlaku curang hanya untuk mencari keuntungan tanpa melihat dampaknya bagi masyarakat yang mengkonsumsi.
Oleh karena itu, BPOM Palembang melakukan sidak selama lima hari saat ramadan di pasar beduk yang ada di Palembang, dan masih menemukan panganan untuk berbuka puasa yang dicampur formalin.
“Lima hari dilakukan sidak di 12 pasar beduk yang ada di Palembang, dari 235 sampel yang diambil 19 persen panganan untuk berbuka puasa masih mengandung formalin. Yang mendominasi rujak mie dan tahu goreng,” ujarnya
Ketika disinggung mengenai lebih seringnya panganan seperti mie basah dan tahu menggunakan formalin, karena memang panganan inilah yang sangat banyak dicari dan mudah untuk diperoleh. Selain itu, tahu dan mie basah bisa dijadikan menu utama maupun tambahan untuk makanan di menu utama. Sehingga, kedua panganan ini sangat sering dicampur formalin.
Namun, tidak hanya mie basah dan tahu yang dicampur formalin. Beberapa panganan lain juga dicampur formalin. Tetapi, rata-rata panganan yang mengandung formalin merupakan tambahan dari makanan utama yang dijual dalam satu kemasan.
“Masyarakat harus cerdas dan teliti dalam membeli panganan untuk berbuka puasa. Perhatikan panganan yang ada dalam kemasan, bila sudah tidak meyakinkan lebih baik jangan di beli. Karena kami, masih menemukan panganan yang mengandung formalin di pasar-pasar beduk yang ada di Palembang,” ungkapnya. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here