Home HL Belum Selesai UN, Sudah Terserap Di Dunia Kerja

Belum Selesai UN, Sudah Terserap Di Dunia Kerja

167
0

Laporan Hasan Basri

PALEMBANG, Jodanews –  Tingginya angka serapan kerja terhadap lulusan SMK membuat SMK jadi pilihan utama. SMK dinilai tepat bagi siswa yang ingin langsung bekerja setelah lulus, karena SMK membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan industri. Salah satunya di SMK Negeri 3 Palembang,  25 persen dari total 509 siswa Sekolah kejuruan ini telah diterima di dunia kerja dan perguruan tinggi ternama bahkan sebelum ujian nasional (UN) berlangsung. Bagaimana tidak, menurut Kepala SMKN 3 Palembang Hernawati, sekolah yang dipimpinnya saat ini telah cukup lama bekerjasama dengan lembaga sertifikat profesi (LSP) di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai penguji kompetensi siswanya.

Ia memaparkan, melalui lembaga ini siswa yang lolos uji kompetensinya akan mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai modal tambahannya untuk mencari kerja. “Calon lulusan kita saat ini ada 509 siswa dari lima program keahlian dan sudah ada 25-30 persen yang diterima kerja dan lolos SNMPTN dibeberapa perguruan tinggi,” akunya seusai acara perpisahan siswanya di aula SMKN 3 Palembang, Kamis (3/5)

Hernawati mengaku, kalau dibandingkan dengan tahun lalu, belum sebanyak ini calon lulusannya yang sudah dipanggil bekerja sebelum ujian nasional berlangsung. Seperti di salah satu hotel di Kota Palembang, ada enam siswa yang sudah wajib masuk kerja di sana diwaktu UN hari pertama kemarin. “Ya jadi waktu itu anak tersebut ikut ujian susulan. Tapi hari pertama saja, sebab mereka itu sudah terdaftar sebagai pegawai di sana seusai magang. Jadi hari berikutnya mereka tetap ujian seperti biasa,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan (Sumsel) Widodo menegaskan, hal ini memang tujuan utama adanya SMK di mana tiap lulusannya difokuskan untuk dapat langsung bekerja setelah tamat sekolah. “Meski belum maksimal, namun inilah apa yang kami citakan,” akunya.

Selain itu, Widodo menambahkan, sampai saat ini pihaknya terus mengupayakan mengubah paradigma orangtua siswa, yang hanya terfokus untuk menyekolahkan anaknya di SMA atau beberapa jurusan yang katanya favorit di SMK seperti teknik komputer dan jaringan (TKJ), teknik kendaraan ringan dan administrasi perkantoran saja. Padahal program keahlian lain seperti pariwisata juga mempunyai prospek yang cerah. “Padahal banyak program keahlian lain yang minim peminat namun besar peluang kerjanya,  Yang susah itu merubah paradigma calon siswa dan orangtuanya untuk memahami itu,” ujarnya (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here