Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews.com – Sebanyak 4.560 orang calon mahasiswa (cama) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang berduyun memperebutkan kursi untuk diterima menjadi mahasiswa baru (maba) jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2018, Selasa (22/5/2018). Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Muhammad Sirozi mengatakan, Pelaksanaan tes hanya dilakukan satu hari saja dari pukul 07.30 WIB sampai 14.15 WIB.
Dia menjelaskan dari total jumlah peserta tersebut, 60 orang diantaranya melaksanakan tes berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) dan sisanya masih menggunakan Paper Based Test (PBT). “Tahun ini kita baru bisa melaksanakan ujian berbasis CBT baru ada tiga ruangan yang diisi 20 orang,” ungkapnya. “Pihak kampus menyediakan sebanyak 30 persen kuota maba untuk jalur UM-PTKIN 2018 atau sekitar 1.009 orang saja dari jumlah total peserta mencapai 4.560 orang peserta.,” ungkapnya usai melakukan pantauan pelaksanaan UM-PTKIN 2018 di kampus UIN Raden Fatah Palembang.
Sirozi mengaku, dalam pelaksanaan ujian jalur UM-PTKIN 2018 hingga menjelang siang hari belum ditemukan indikasi terjadinya perjokian. Hal ini tidak terlepas dari pengawasan dan antisipasi yang telah dilakukan pihak panitia baik lokal maupun panitia pusat. “Pengumuman sendiri akan kita lakukan pada 10 Juli 2018 melalui online,” terangnya.
Sementara itu, perwakilan panitia pusat UM-PTKIN 2018, Dr Lufi mengatakan, semua PTKIN dianjurkan melaksanakan ujian dengan dua model ujian yakni CBT dan PBT. Hingga saat ini, secara nasional hanya ada tiga kampus yang belum melaksanakan CBT.
“Kita sudah melakukan berbagai tahapan verifikasi untuk menghindari perjokian. “Sudah menjadi kesepakatan bersama dari panitia. Kalau terbukti, cama bersangkutan akan didiskualifikasi dan jokinya sendiri akan dilaporkan ke polisi,” tegasnya (Editor Jon Heri)








