Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews – Pendidikan merupakan hal terbesar yang selalu diutamakan oleh para orang tua. Saat ini masyarakat semakin menyadari pentingnya memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak-anak mereka sejak dini. Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka, karena dari mereka anak-anak mula-mula menerima pendidikan. Berangkat dari hal ini, Guna memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa pendidikan anak tidak bisa diserahkan kepada sekolah secara keseluruhan, sekolah Tahfiz Plus Khoiru Ummah Palembang bekerjasama dengan Erlangga mengadakan Diklat I Pendidikan, yang berlangsung selam dua hari, yakni tanggal 6-7 April 2018 di Rumah Makan Pagi Sore.
Kepala Sekolah Tahfiz Khoiru Ummah Palembang, Nurrela mengatakan, diklat 1 pendidikan ini bertujuan pertama mengembalikan atau memahamkan para orang tua bahwa pendidikan anak tidak bisa diserahkan kepada sekolah secara utuh. Kedua ini merupakan salah satu misi Khoiru Ummah mengembalikan peran utama orang tua terhadap pendidikan anak dan memberikan pendidikan yang bersumber dari Al-Quran. “Ya selama ini kan kebanyakan orang tua terima beres kalau anaknya berada di sekolah, maka dari itu kita ingin memberi pemahaman bahwa pendidikan anak tidak bisa diserahkan seutuhnya di sekolah,” kata Nurrela disela kegiatan Diklat I pendidikan, Jumat (6/4).
Dikatakannya juga kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap tahun, dan ini merupakan kegiatan yang ke enam kalinya. Sedangkan untuk pesertanya sendiri, sebanyak 90 orang yang terdiri dari para orang tua dan anak-anak. “Maka disini para orang tua butuh bekal, jadi bukan hanya anak tapi orang tua juga dicerdaskan bagaimana mendidikan anak,” jelasnya.
Dirinya sangat menyesalkan bagi orang tua yang sibuk bekerja dan melimpahkan pendidikan anaknya kepada sekolah. Sedangkan peran orang tua disini sangat dibutuhkan sekali. Ia juga berharap, kedepan para orang tidak lagi melimpahkan semua pendidikan anak kepada sekolah. Sehingga antara orang tua dan guru ada senergi satu sama lain. “Setelah mengikuti diklat ini kebanyakan orang tua langsung melaksanakan tugasnya. Biasanya yang cuek terhadap PR anak sekarang bisa mendampingi anak saat membuat PR. Jadi anak tidak hanya akademisnya yang terlatih tapi juga kemandiriannya,” tuturnya lagi.
Sementara itu, Sugihmoro selaku pembicara mengatakan, diklat ini dalam rangka memberikan dan memotivasi orang tua. Semua orang tua ingin dapatkan yang terbaik bagi anaknya. Ingin anaknya cerdas, ya disekolah kan, namun strategi orang tua sering kali interaktif tapi tidak diimbangkan dengan peran yang cukup. “Guru yang terbaik adalah orang tua, dan sekolah hanya sebagai literasinya saja. Maka dari itu antara orang tua dan guru harus bekerjasama. Jadi apa yang diberikan dengan orang tua sama dengan sekolah, karena Orang tua dan sekolah merupakan dua unsur yang saling berkaitan dan memiliki keterkaitan yang kuat satu sama lain, ” pungkasnya. (Editor Jon Heri)








