Laporan : Kholik
PALEMBANG, Jodanews – Jajaran Subdit III/Jatanras Polda Sumsel akhirnya menembak mati Hengki Sulaiman, buronan terakhir kasus pembunuhan sopir Go-Car di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Sebagai salah satu otak pelaku, Hengki terpaksa ditembak mati karena melawan saat akan ditangkap.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Hengki ditembak mati saat berada di tempat persembunyiannya di daerah Brebes, Jawa Tengah sekitar pukul 13.00, Rabu (11/4/). “Benar Hengki sudah ditangkap tim dari Subdit Jatanras pimpinan AKBP Erlin. Dia ditangkap dan ditembak karena melawan, tapi meninggal dunia saat akan dibawa ke rumah sakit,” kata Zulkarnain saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (11/4)
Dikatakan Zulkarnain, warga Lalan, Musi Banyuasin ini merupakan buronan yang terakhir. Dia diketahui selalu berpindah tempat tinggal selama pelarian. Bahkan telah mengganti nama agar tak dikenali warga sekitar. “Dia ini selalu pindah tempat tinggal saat sembunyi. Mulai dari Kendal, Pemalang, Wonosobo dan terakhir itu di Brebes. Dia juga disana ganti nama menjadi Hendri, bukan lagi Hengki,” sambung Zulkarnain.
Tindakan tegas terpaksa diambil karena Hengki tak mendengar himbauan polisi untuk menyerah. Padahal tiga temannya, Poniman, Bayu dan Tyas telah ditangkap. Bahkan Poniman ditembak mati karena melakukan perlawanan. “Tidak ada ruang dan tempat bagi pelaku pencurian dan kekerasan di Sumsel ini. Semua akan kami tembak ditempat jika itu menjadi jalan terakhir. Terlebih untuk kasus yang menggunakan senpi hingga menyebakan korban jiwa,” kata Kasubdit III Jatanras, AKBP Erlin Tangjaya saat dikonfirmasi terpisah.
Sebagaimana diketahui, sopir Go-Car, Try Widyantoro hilang saat mendapat order penumpang dari Kota Palembang tujuan Kenten Laut Banyuasin pada 15 Februari lalu. Dia ditemukan tinggal tulang oleh Subdit Jatanras setelah menangkap dua pelaku, Poniman dan Bayu pada Kamis (29/3) malam. (Editor Jonheri)








