Laporan : John gelek
Kayuagung, Jodanews– Peristiwa Lakalantas yang menelan korban jiwa sekitar sebulan lalu di kawasan Jembatan Ganefo Kota Kayuagung masih menyisakan persoalan, pasalnya mobil Toyota Hiluk bernomor polisi BG 8950 FN milik Muhammad Hatta yang jadi korban belum jelas sementara mobil tersebut rusak berat, Senin (9/4).
Menurut Hatta, selain mobilnya jadi korban ada sepeda motor tukang ojek yang penumpangnya meninggal tetapi sudah selesai mereka sudah mendapat santunan, sedangkan kendaraan milik Hatta hingga kini belum diperbaiki pihak penabrak.
Masih menurut Hatta, pihak kepolisian sudah pernah mempertemukan dengan pemilik truk bernama Edi. Namun hasil pertemuan itu sepertinya Edi tak ada itikad baik untuk memperbaiki mobilnya yang rusak. “Dia memberi saya nomor Hpnya tapi setelah dihubungi yang bersangkutan tak pernah menjawab panggilan telepon saya.” jelas Hatta.
Seperti diketahui, kejadian lakalantas sekitar sebulan lalu di kawasan jembatan Genefo Kota Kayuagung yang menelan korban jiwa. Akibat kendaraan truk pengangkut semen putih yang dipesan PT Waskita diduga untuk material pekerjaan jalan tol dari pergudangan di Palembang yang disopiri Muzairi, warga Talang Buruk, Km 5 Palembang, mundur secara tiba tiba saat berada diatas jembatan Kutaraya.
Muzairi tak mampu lagi menghentikan laju kendaraan yang mundur diduga rem blong. Akhirnya truk bermuatan 300 zak semen putih itu dengan berat 7,5 ton itu menghantam mobil Toyota Hiluk bernomor polisi BG 8950 FN milik Muhammad Hatta, warga Kayuagung yang posisinya saat itu lagi parkir dipinggir jalan.
Kerasnya hantaman truk dengan muatan 7,5 ton semen putih itu, membuat mobil Hiluk rusak berat bagian depan dan belakang karena terjepit antara mobil dan tiang listrik. “Mobil aku rusak berat.” kata M Hatta, belum lama ini.
Pada saat bersamaan seorang pengendara ojek beserta penumpang ikut menjadi korban. Penumpang meninggal dunia, sementara tukang ojek selamat, namun kondisi motor rusak. “Pada saat itu tukang ojek itu panik, melihat kejadian itu. Untuk menyelamatkan diri, tukang ojek berinisiatif berlindung dibelakang mobil Hiluk saya, namun karena benturan yang keras ikut jadi korban.” jelas Hatta lagi.
Menurut Hatta atas kejadian itu, korban yang meninggal telah mendapatkan santunan dengan tukang ojek. “Sementara mobil saya yang rusak tidak diperbaiki.”keluh Hatta kecewa.
Usai kejadian, kata Hatta truk bermuatan semen dan mobil miliknya diamankan pihak Satlantas Polres OKI sebagai barang bukti.
Hatta mengakui pihak kepolisian sudah pernah dipertemukan dengan pemilik truk bernama Edi. Namun hasil pertemuan itu sepertinya Edi tak ada itikad baik untuk memperbaiki mobilnya yang rusak. “Dia memberi saya nomor Hpnya tapi setelah dihubungi yang bersangkutan tak pernah menjawab panggilan telepon saya.” jelas Hatta.
Hatta juga mempertanyakan mengapa pihak kepolisian begitu muda mengeluarkan barang bukti semen putih yang diangkut truk tersebut. “Atau jangan jangan mau ngilangkan jejak.”pikir Hatta, seolah barang itu bukan milik PT Waskita.
Kanit Laka Polres OKI, Ipda Tri Sapto, berasalan muatan semen putih tersebut dikembalikan lagi ke tokonya. Hal ini dilakukan mengingat semen adalah material yang muda rusak.
Tri menyangkal, bila semen itu milik PT Waskita, namun kata Tri semen itu adalah pesanan PT Waskita. “Itu baru pesan, belum ada pembayaran jadi belum jadi hak.” kilah Tri Sapto.
Terkait ganti rugi yang dituntut M Hatta atas kerusakan mobilnya. Tri mengaku telah mempertemukan keduanya. “Dan dalam hal ini saya tidak bisa ikut campur, karena akan menyalahi undang-undang.” jelasnya sambil melihatkan buku undang undang.
Tri juga berasalan muatan semen tidak ada kaitan dengan kejadian lakalantas tersebut. “Yang berhubungan kan, mobil, dengan orang.” tambahnya.
Terjadi lakalantas tersebut Tri menyimpulkan karena kelalaian sopir. “Muatanya tidak menyalahi aturan dan mobilnya layak pakai.” jelasnya.
Sementara keterangan sopir truk, Muzairi, semen bermuatan 7,5 ton tersebut diambil dari pergudangan kertas keta di Palembang, semen itu rencananya untuk PT Waskita, belum sampai tujuan truk yang ia sopir mengalami kecelakaan saat menaikki tanjakan jembatan Kutaraya, mobil kehilangan tenaga hingga mundur kebawa menghantam mobil Hiluk milik Harta yang sedang parkir dan pengendara ojek beserta penumpang hingga menelan korban jiwa. “Setelah kejadian itu saya langsung diamankan pihak kepolisian, semua barang didompet saya sudah hilang. Saya juga tidak tahu dikemanakan muatan semen setelah kejadian itu.” katanya. (Editor Jonheri)





