Laporan Idham
LAHAT, Jodanews – Karena ratusan hektare lahan warga merasa diserobot PT BP (Banjarsari Pribumi), maka ratusan warga Desa Banjarsari Kecamatan Merapi Timur menggelar demo dan mendatangi Pemkab Lahat guna melaporkan masalah tersebut sekaligus mencari solusi, Rabu (21/3).
Kedatangan warga tersebut dikomandoi Erwin. Mereka memaparkan bahwa ada 100 ha lahan yang kini diserobot oleh perusahaan batu bara tersebut, yang merupakan milik 72 warga Desa Banjarsari. ‘’Warga juga tidak merasa menandatangani surat tanah yang diduga dikeluarkan oleh pejabat desa untuk dijual kepada PT BP tersebut. Karena itu kami minta Pemkab Lahat menengahi masalah ini, jangan sampai tindakan kami di lapangan di luar kontrol pemerintah dan bertindak anarkis,’’ tegas Erwin.
Sementara itu Danil selaku Camat Merapi Timur yang dikonfirmasi masalah ini minta agar PT BP dapat menyelesaikannya secara baik dan sesuai aturan yang ada. Sebab sah-sah saja masyarakat menggelar demo dan mempertanyakan lahan mereka,’’ ujar Danil.
Belum selesai warga demo, tiba-tiba salah satu pendemo mendapat telepon dari lokasi penggusaran bahwa tanah warga telah diserobot lagi, hal ini membuat tambah gerah dan geram pendemo.
Adapun Tuntutan Masyarakat Desa Banjar Sari yakni:1. Hentikan penggusuran lahan milik masyarakat oleh PT Banjarsari Pribumi, 2. Tolak tindakan PT Banjarsari Pribumi membeli tanah/lahan dari makelar, 3. Minta pertanggungjawaban Dirut PT Banjarsari Pribumi atas penggusuran lahan dan tanah masyarakat, 4. Copot aparat pemerintahan yang terlibat mafia tanah dan pengkhianat rakyat, dan 5. Periksa HGU PT Banjarsari Pribumi
Saat berita ditulis, pihak Pemkab Lahat dan jajarannya masih melakukan pertemuan dengan para perwakilan warga. (Editor Jon Heri)







