Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews – Bagi mereka kalangan para generasi muda persoalan cinta memang kerap indah untuk diperbincangkan, namun kendati pun cinta merupakan fitrah akan tetapi perlu ilmu dan pemahaman apa lagi di era globalisasi yang semakin menggerus degradasi moral atas nama cinta.
Berangkat dari hal tersebut, Lembaga Indonesia Training Center Nusantara (Internusa) Sumatera Selatan kembali menggelar Sekolah Pranikah yang diikuti dari berbagai kalangan. Baik mahasiswa, dosen, guru, perawat maupun kalangan umum. Program Sekolah Pranikah ini merupakan kali kedelapan yang digelar Internusa dan bakal digelar pada putaran kesembilan pada akhir April 2018 mendatang
Pelatihan full day tersebut langsung dipimpin Andi Ahmad Zikrillah yang juga Direktur Utama Internusa Sumsel di Convention Hall Hotel Wisata Palembang, Minggu (25/3). Dalam pelatihan tersebut, Andi yang juga pengagas komunitas Indahnya Hidup Bersama Dakwah (IHBD) menyampaikan bahwa pernikahan merupakan hal syakral dan perlu dipahami secara mendalam secara ilmu agama. Sehingga pada gilirannya jika semua bermuara pada ibadah maka hasilnya adalah pahala. “Dengan cara apapun kita menjemput jodoh kita, kita pasti akan bertemu dengan jodoh kita. Dan yang membedakan adalah nilai keberkahannya,”ujar Andi dalam pelatihannya.
Lanjut pria yang juga penulis buku Melukis Cinta Meraih Bahagia (MCMB) ini menambahkan bahwa setidaknya ada tiga cara bagaimana mengekspresikan cinta. “Pertama adalah syukuri atau beristigfar, menikahlah atau berpuasalah dan pendam rasa atau lupakan,”terangnya.
Tiga kunci utama tersebut dikatakan Andi disesuaikan dengan kondisi seseorang bagaimana menjemput jodohnya. Sehingga apapun hasilnya maka hasilnya adalah keberkahan. “Jika seseorang pria tertarik pada wanita maka libatkanlah orang ketiga dalam hal ini orang sholeh,”terangnya.
Sementara itu salah satu peserta mahasiswa Sopian mengatakan bahwa tujuan mengikuti pelatihan tersebut adalah dalam rangka persiapan ke jenjang pernikahan. Kendati pun masih duduk dibangku kuliah ia berharap ilmu yang diserap menjadi bahan rujukan agar ilmu soal cinta bermuara pada ibadah. ” Mudah-mudahan ilmu yang saya dapat bisa menjadi jalan ibadah dalam menuju jenjang pernikahan saya nanti. Target saya menikah tahun 2020,”pungkasnya. (Editor Jon Heri)








