Laporan Ingri
JODANEWS, PRABUMULIH,-Dinas Sosial Kota Prabumulih mengadakan Program Keluarga Harapan (PKH) berupa Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai yang di laksanakan di Lapangan Bola Muara Dua Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih Utara pada Jum’at 02/03/2018.
Acara tersebut di hadiri oleh PJS Walikota Richard Cahyadi, Kepala Balai Penelitian dan Pengembang Pelayanan Kementerian Sosial Drs. Beni Setia Nugraha, M.si, Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti SE, MM, Anggota DPR RI Komisi VIII Iqbal Romzi , Kepala Dinas Sosial H. Yacub BN, SE Kepala pengadilan, perwakilan Kejaksaan, dan juga Para camat dan lurah yang ada di Kota Prabumulih.
“Masyarakat yang menerima dana PKH (Program Keluarga Harapan) sebanyak 350 KPM dari masing masing kelurahan dengan dana lebih dari 6 Triliun lebih yang bekerjasama dengan pihak Bank BNI 46 di bagikan kepada warga yang memenuhi syarat dan kriteria seperti Keluarga yang sangat miskin, ibu hamil dan menyusui, penyandang disabilitas, serta kepada anak yang belum bersekolah dengan usia 5 sampai 7 tahun”, ujar Yacub saat menyampaikan pidatonya.
Adapun hal yang di sampaikan kepada PJS Walikota Richard Cahyadi bahwasanya dana bantuan ini harus dipergunakan sebaik baiknya karena program ini setiap tahunnya akan bertambah”, tuturnya.
Hal senada di katakan oleh iqbal romzi selaku anggota DPR RI bahwa kami bertugas sebagai pengawasan dan anggaran ini, “untuk memperbesar tingkat intervensi pada program ini yang merupakan program KL ( Kementerian dan Lembaga) untuk yang belum terekrut itu di karena kan adanya keterbatasan pemahaman lapangan pada pendataan dan saya harap ke depannya nanti dapat di dampingi oleh pemerintah agar tidak terlepas dari pantauan kita ketika akan di lakukan pendataan”, jelasnya.
Drs. Beni Setia Nugraha selaku perwakilan dari kementerian sosial menambahkan agar tidak terjadi salah sasaran atau bukan di berikan kepada warga yang miskin maka kami akan lakukan alidasi data dan verifikasi data dengan di lihat keadaan rumah dan bagaimana aktivitas nya sehari hari maka peran RT dan RW pada pendataan sangat di perlukan”, pungkasnya.(editor Jon Heri)








