Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews – Sebanyak 38 guru kristen mengikuti kegiatan Pembinaan Persatuan Guru Agama Kristen (Pergakris) se-Sumsel tahun 2018 yang di gelar Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Kegiatan yang dibuka Kakanwil Kemenag Sumsel HM. Alfajri Zabidi dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 26-27 Maret 2018 di Hotel Imara Palembang.
Kakanwil Kemenag Sumsel HM. Alfajri Zabidi dalam arahannya menjelaskan, Pergakris merupakan wadah bagi guru Pendidikan Agama Kristen di wilayah provinsi atau kabupaten/kota dengan ruang lingkup semua guru mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) baik tingkat dasar maupun menengah, negeri maupun swasta, baik yang berstatus PNS atau honor. Pergakris juga merupakan kelompok kerja yang berorientasi pada peningkatan kualitas guru dalam menyatukan persepsi untuk melaksanakan proses pembelajaran dalam meningkatkan mutu dan kompetensi pendidikan agama kristen.
“Dengan kata lain, Pergakris juga berfungsi sebagai temapt untuk merencanakan dan mengevaluasi kegiatan belajar mengajar, menghimpun masukan-masukan, pengembangan kurikulum, serta pembahasan dan pembuatan soal. Seiring dengan tantangan zaman yang semakin berat, Pergakris dituntut untuk memiliki kompetensi dan wawasan yang luas. Oleh sebab itu, ikutilah kegiatan ini dengan kesungguhan dan sepenuh hati. Sehingga bapak/ibu memperoleh pemahaman luas, yang pada akhirnya dapat diimplementasikan di tempat masing-masing,” pesan Fajri
Sementara itu, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Kanwil Kemenag Sumsel Sahat Patar Lumban Gaol menerangkan, ada beberapa tujuan digelarnya kegiatan ini. Antara lain untuk meningkatkan kebersamaan, saling bekerjasama, bertukar fikiran, dan berpartisipasi dalam mengambil bagian secara aktif demi meningkatkan SDM, kemampuan, dan profesionalisme dalam memberikan pelajaran Pendidikan Agama Kristen di sekolah masing-masing. Juga untuk memberdayakan guru-guru Kristen dalam melaksanakan tusi dan peningkatan kualitas pelayanan dan pembinaan terhadap anak didik.
“Tak kalah penting adalah untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan para guru kristen dalam penyusunan soal UN/USBN Pendidikan Agama Kristen dalam menghadapi ujian nasional dan ujian sekolah bertandar nasional tahun ini,” tutur Sahat. (Editor Jon Heri)








