Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews – Disdik Kota Palembang telah melaksanakan proses rehab dan bangun baru terhadap 49 sekolah yang terdiri TK, SD, SMP di kota Palembang. Proses rehab dan bangun baru tersebut di prioritaskan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang untuk sekolah yang berada di wilayah Seberang Ulu (SU) seperti di Kertapati dan Plaju yang sebagian besar sekolah sudah darurat akan bantuan bangunan kelas baru.
Saat ditemui usai meninjau lokasi SD Negeri 40 Palembang bersama tim, Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan Disdik kota Palembang, Drs H Nasikhun mengatakan, banyaknya sekolah yang butuh rehab dan bangun baru ini berdasarkan data yang didapat melalui laporan pengajuan, baik itu di tingkat TK, SD dan SMP. “Tentu dalam 2018 ini, ada 49 sekolah bakal dibantu melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Ada beberapa bantuan Kelas baru sudah selesai salah satunya SMP Negeri 9 Palembang, lalu ada sebagian bantuan juga dalam proses lelang tender,” katanya.
Lanjutnya, untuk bantuan 49 sekolah ini terdiri dari TK ada 1, SD ada 36, SMP ada 12. Dari semua bantuan tersebut ada beberapa kategori, pertama rehab kelas dan juga penambahan lokal kelas. “Dana APBD sendiri yang diberikan pada tahun 2018 sekitar Rp 62 Milyar, dimana setiap sekolah mendapatkan anggaran yang berbeda, tergantung kerusakan sekolah,” jelasnya.
Pihak Disdik juga memprioritaskan bantuan rehab dan bangunan baru ini diwilayah Seberang Ulu, seperti Kertapati dan Plaju, ada juga beberapa wilayah Gandus sedang diusulkan. Memang dalam pembangunan, Pemerintah meminta agar diberikan setiap zona, sebab sesuai aturan jumlah siswa dikelas sudah harus Standar Pelayanan Minimal (SPM). Tentu saja sekolah itu tidak akan bisa menerima lebih banyak, kerena aturan SPM sendiri maksimal 1 kelas itu harus terisi 28 siswa. Sedangkan jumlah kelas yang ada di SD dan SMP sendiri tidak mencukupi. “Maka dari itu kita berupaya akan memberikan bantuan ini ke SD yang siswanya sedikit dan padat penduduk,” paparnya.
Dalam hasil penelusuran ada beberapa SD Negeri ini, khususnya berada di Seberang Ulu, dalam kondisi memprihatinkan. Beberapa kelas sudah tidak bisa dipakai dan tidak layak, lalu ada juga mereka sangat kekurangan kelas. “Untuk kondisi bangunan rusak ini Disdik mencatat hampir 35 % sampai 40 % , semoga tidak ada lagi sekolah rusak dan kekurangan pada tahun tidak ada lagi sekolah rusak, atau sekolah yang kekurangan ruang kelas,” pungkasnya. (Editor Jon Heri)









