Home HL Pasca Moratorium PNS, Angka Kekurangan Guru Meningkat Setiap Tahun

Pasca Moratorium PNS, Angka Kekurangan Guru Meningkat Setiap Tahun

130
0

Laporan Hasan Basri

PALEMBANG, Jodanews –  Pasca moratorium Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk guru beberapa tahun lalu, angka kekurangan guru semakin meningkat setiap tahun. Termasuk persoalan krisis guru di seluruh wilayah provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang kian memprihatinkan. Hal ini diakui kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs Widodo MPd. Untuk di jenjang SMA sederajat sendiri, tahun ini ada 2.300 guru dari total sekitar 13 ribu guru yang akan pensiun. “Angkanya meningkat menjadi seribu guru dari angka sebelumnya yang hanya 17 ribu saja,” ujarnya, Rabu (28/2/2018).

Berdasarkan data yang diterima, Widodo mengatakan jika puncak kekurangan guru memang terjadi pada tahun ini, baik itu alasan pensiun maupun meninggal dunia. Adapun rentang waktu yang akan terjadi pensiun besar-besaran yakni dari bulan Februari dan November nanti. “Artinya memang banyak guru yang lahir pada bulan-bulan itu. Memang batas pensiun guru saat usia mereka 60 tahun,” ujarnya.

Sedangkan krisis guru ini sendiri banyak terjadi di daerah seperti kabupaten OKU, OKI, Muara Enim dan Banyuasin. Bahkan ada sekolah yang tidak memiliki guru PNS, dan hanya Kepala Sekolahnya saja yang PNS. “Biasanya ini terjadi pada sekolah baru, dimana gedung dan fasilitas maupun siswa sudah ada tapi gurunya kurang. Akhirnya mereka memanfaatkan guru honor,” terangnya.

Menurutnya, satu-satunya solusi untuk menghadapi fenomena krisis guru ini adalah dengan memberdayakan tenaga guru honor. Tentu saja pihaknya sudah mendesak dan memberi usulan ke komisi V untuk menambah intensif mereka. “Kita juga mengusulkan jika menambah tunjangan guru PNS yang mau dimutasi dari kota ke daerah. Selama ini kebanyakan guru mau mutasi dari daerah ke kota, akhirnya numpuk di kota semua guru. Dengan adanya penambahan tunjangan diharapkan mereka mau pindah ke daerah,” ungkapnya.

Bukan hanya kekurangan guru saja yang menjadi persoalan saat ini, Bahkan di lingkungan kantor Dinas Pendidikan Sumsel sendiri, seperlima pegawai juga kan memasuki masa pensiun. Pihaknya pun bingung karena yang akan pensiun ini mempunyai tugas jabatan dan tupoksi penting di tubuh Dinas Pendidikan Sumsel. “Kita mau narik pegawai dari sekolah nggak mungkin, sementara sekolah saja defisit guru. Sedangkan syarat pegawai yang punya jabatan di kantor kita itu harus PNS,” jelasnya.

Sementara itu, kepala SMAN 1 Palembang, Nasrul, SPd, MM mengatakan jika di sekolahnya saja tahun ini akan ada 25 guru yang akan pensiun. “Mereka yang mau pensiun ini memang sudah mencapai batas usia 60, dan memegang mata pelajaran penting seperti Matematika, Bahasa Indonseia dan lainnya. Saat ini kita masih berdayakan guru honor guna untuk menutupi kekurangan guru yang ada di sekolahnya,” pungkasnya. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here