Dr Tedjo : Berharap Ada Kebijakan Khusus Dari Provinsi
Laporan Inggri
PRABUMULIH, Jodanews – Terkait adanya hutang Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih terhadap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Sekretaris Daerah (Sekda), M Kowi angkat bicara saat di temui di ruang kerjanya, Senin (26/2/2018).
Dr Tedjo Tjahjono selaku Kepala Dinas Kesehatan mengatakan kalau dirinya masih sangat mengkhawatirkan soal hutang pemkot kepada pihak Rumah Sakit sebesar Rp13 Milyar, Pada Program Alex Noerdin berupa Jamsoskes yang kini menurutnya baru di bayar pemkot sebesar Rp4 Milyar.
“Karena dana tersebut sudah di anggarkan di tahun 2017 kemarin, dan untuk di tahun 2018 dana tersebut baru di anggarkan,” paparnya.
Dikatakan Dr Tedjo, sebenarnya anggaran untuk dinas Kesehatan itu cukup besar, namun dana tersebut untuk membayar hutang pemkot kepada RSUD untuk berobat masyarakat yang miskin.
“Saya berharap adanya kebijakan khusus dari provinsi untuk membantu dana yang sudah di anggarkan di tahun 2018 ini, sehingga hutang pemkot terhadap rumah sakit dapat diringankan,” harapnya.
Hal senada dikatakan Sekda Prabumulih, M Kowi SSos, Kalau hutang pemkot terhadap rumah sakit perlahan sudah di bayar secara berangsur dan bekerjasama dengan pihak BPJS Kesehatan yang di alihkan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS), sehingga Program Jamsoskes akan segera dihentikan.
“Sebenarnya hutang ini janjinya provinsi 50-50, untuk membayar Dana Jamsoskes ini, namun hal tersebut tidak konsekuen dan hanya di bayar sebesar 2,5 milyar oleh provinsi dan sisanya Pemkot Prabumulih sendiri yang harus membayarnya dari Rp13 Milyar tersebut,” jelas Sekda.
Ditambahkan Sekda, dari sisa hutang itu sebanyak 543 orang kami alihkan ke BPJS, dalam bentuk KIS.
“Untuk memenuhi kewajiban Pemkot Prabumulih terhadap masyarakat yang kurang mampu pemkot Prabumulih bekerja sama dengan BPJS yang sekarang dalam bentuk KIS (Kartu Indonesia Sehat) dan ini juga bisa membantu masyarakat Prabumulih yang lebih membutuhkan apabila ingin berobat,” kata Sekda. (Editor Jon Heri)








