Home HL Guna Mengurai Massa, Polisi Lepaskan 7 Tembakan Keudara

Guna Mengurai Massa, Polisi Lepaskan 7 Tembakan Keudara

176
0
Laporan Meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews  – Kericuhan terjadi antara sopir taksi online dengan taksi bandara terjadi di depan akses masuk Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Jumat (2/1/2018) sekitar pukul 10.30 Wib. Polisi juga terpaksa melayangkan tujuh tembakan peringatan untuk mengurai massa yang mulai bertindak anarkis.
Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa bermula saat seorang sopir taksi online bernama Rian Andriansyah (36), mengantar seorang penumpang ke bandara SMB II Palembang. “Kejadiannya sekitar pukul 09.30 Wib, saya habis mengantar penumpang dari Plaju, dan melihat driver yang ada di pintu keberangkatan, saya sempat memberi kode di grup driver,” jelasnya.
Sesampainya di sana, usai menurunkan penumpang Rian dikerubungi sekelompok massa yang merupakan sopir taksi bandara. “Saya langsung menghampiri mereka tapi tidak lama kemudian para oknum taksi konvensional langsung mengambil kunci mobil dan merusak mobil,”jelasnya.
Rian dicecar dan langsung dipojokkan massa tersebut. Meski sudah menjelaskan bahwa dirinya hanya mengantar penumpang, para sopir taksi bandara seolah-olah tidak mau tahu. Akhirnya massa pun memukuli Rian serta merusak mobil Rian hingga mengalami kerusakan dan penyok di badan mobil sebelah kanan dan lecet  di sekujur badan mobil Toyota Avanza miliknya.
Rian pun akhirnya melarikan diri dari bandara dan segera ke Polsek Sukarami untuk melaporkan kejadian tersebut, seraya mengabarkan kejadian tersebut ke grup WhatsApp berisi kumpulan para sopir taksi online. Para sopir taksi online yang terprovokasi akan kabar tersebut segera tancap gas menggeruduk bandara SMB II Palembang. Secara berangsur-angsur ratusan sopir taksi online mendatangi bandara dari pukul 10.00-10.30 Wib.
Mereka pun melakukan aksi solidaritas di sisi jalan, sekitar 300 meter dari gerbang akses Bandara SMB II. Massa yang datang semakin banyak, pihak kepolisian yang datang untuk mengamankan jalannya aksi pun semakin kewalahan. Hingga puncaknya sekitar pukul 10.30 Wib, aksi vandalisme yang dilakukan para sopir taksi online menyasar taksi bandara yang tengah melintas di lokasi kejadian.
Mobil taksi bandara yang dikendarai Budi Heriyanto, menjadi sasaran vandalisme dan dirusak oleh para sopir taksi online yang tersulut emosinya. Polisi pun berupaya menenangkan massa namun massa tetap beringasan dan tetap merusak taksi bandara. Kondisi mobil taksi bandara itupun penyok di bagian depan badan mobil dan kaca pecah akibat dipukul para sopir taksi online.
Budi berujar, dirinya hendak mengantarkan pasutri yang merupakan penumpangnya. Namun baru saja keluar dari palang karcis pembayaran, para driver online langsung menghampiri dan merusak mobil. Tanpa basa-basi lagi langsung mukul kaca mobil sampai pecah.
“Kaca depan mobil dipukuli sampai pecah, kaca spion kiri pecah dan mobil lecet-lecet, saya harus melindungi penumpang jadi tidak turun keluar walaupun mereka menyuruh keluar,” jelasnya.
Pasutri Muhammad Narji (59) dan Minarsih (55) yang merupakan penumpang di taksi bandara tersebut merupakan warga Jogjakarta, hendak melihat cucunya. Mereka sangat terkejut karena harus menjadi saksi mata kejadian vandalisme tersebut.
“Kami cemas saat mereka langsung mengrumuni mobil yang saya naiki, untungnya saya tidak dipukul,” jelasnya.
Narji dan Minarsih sempat disuruh turun Budi. Namun keduanya menolak turun karena takut menjadi sasaran amuk massa. “Saya lihat sekitar 30 orang yang merusak mobil dengan tangan kosong. Disuruh turun oleh para driver itu, tapi kita tidak mau, mereka langsung mukuli mobil, istri saya menangis khawatir,” ujarnya.
Adanya kejadian tersebut ditambah adanya cekcok mulut antara para sopir dengan anggota polisi, beberapa polisi pun terpaksa melayangkan tembakan peringatan ke udara untuk mengurai massa. Terhitung tujuh tembakan ke udara yang dilepaskan tiga anggota polisi untuk membubarkan aksi vandalisme tersebut.
Wakapolresta Palembang, AKBP Prasetyo yang memimpin langsung pengamanan langsung berdialog dengan kedua belah pihak usai insiden tersebut. Prasetyo mengimbau kepada driver taksi online untuk tidak main hakim sendiri. “Janganlah kalian seperti itu, kalian tak menghargai kami disini. Kalau kalian ingin mengungkapkan aspirasinya silahkan kami fasilitasi. Tapi tidak seperti tadi,” jelasnya.
Dirinya membenarkan adanya tembakan peringatan yang dilepaskan anggota kepolisian. Karena situasi sudah tak tekendali dan driver online mulai bertindak kekerasan.
“Tujuannya untuk membubarkan, selain itu para sopir taksi online tidak menghargai kami yang ada disana dengan melakukan perusakan mobil taksi konvensional dan akan melakukan pemukulan, Sehingga mau tak mau tembakan peringatan udara,”jelasnya.
Selain itu ia pun mengatakan, untuk semua proses pengaduan sudah diserahkan pada Polsek Sukarami Palembang. Setelah dialog, pihaknya pun menggiring seorang provokator serta sopir taksi bandara yang menjadi korban dalam insiden tersebut untuk dimintai keterangan di Polsek Sukarami Palembang. Serupa, para pelaku yang merusak kendaraan milik Rian, sopir taksi online pun tertangkap dan dimintai keterangan di Polsek Sukarami.
Sementara itu, Asisten Manager Ops Airport Security Bandara SMB II Palembang, Mira Ginting mengatakan, pihaknya sebagai pemegang otoritas bandara, TNI AU sebagai pengaman wilayah di bandara, serta pihak taksi bandara telah rapat terkait kejadian tersebut.
Mira menegaskan, pihaknya tidak bisa memediasi pihak taksi online dan taksi bandara, karena hal tersebut bukanlah urusan kebandaraan yang ditangani oleh Angkara Pura II. “Oleh karena itu kami memohon kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dishub dan kepolisian untuk memediasi hal tersebut karena kami tidak memiliki kewenangan dalam memediasi hal diluar kebandaraan,” ujarnya.
Dirinya pun menegaskan taksi online diperbolehkan masuk ke bandara hanya untuk mengantar penumpang, bukan untuk menjemput penumpang dari bandara. Di luar hal tersebut apabila ada terjadi hal yang tidak diinginkan, pihaknya akan tegas membawa permasalahan ke ranah hukum.
“Dari pengakuan sopir taksi online dirinya mengantar penumpang dan kemudian dianiaya oleh para taksi bandara. Itu kami tegas, membawa hal tersebut ke kepolisian untuk mendapatkan ganjaran hukum. Sebaliknya apabila ada taksi online yang menjemput penumpang di bandara pun akan dilakukan tindakan tegas karena melanggar aturan otoritas bandara,” tegasnya. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here