Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews – Dalam upaya memberikan kesempatan para guru, untuk meningkatkan kemampuan membuat soal yang baik dengan tingkat penalaran tinggi. Maka dari itu sekitar 75 persen dari total soal USBN tahun 2018 didominasi soal buatan lokal alias dibuat sendiri oleh guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Provinsi Sumsel dan Kelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Provinsi Sumsel sendiri.
Hal ini dikatakan Ketua Panitia Penyusun Soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Provinsi Sumsel, Ramot Siahaan disela-sela pembuatan soal USBN di SMKN 4 Palembang, Senin (19/2/2018).
Dijelaskannya, dalam Prosedur Opreasional Standar (POS) dari pemerintah pusat, 75 sampai 80 persen soal USBN untuk SMK tahun 2018 dibuat sendiri oleh pihak provinsi melalui MGMP dan KKG Provinsi Sumsel dan 20 sampai 25 persen diantaranya dibuat oleh pemerintah pusat.
“Soal yang dibuat ini akan diserahkan kepada pemerintah pusat pada tanggal 23 Februari mendatang, untuk dipilih dan disaring menjadi komposisi 75 sampai 80 persen soal yang dibuat provinsi dan 20 sampai 25 persen soal pusat,” ungkapnya.
Menurut Ramot, ada dua jenis soal berdasarkan kurikulum yang akan dibuat, yakni soal dengan materi kurikulum 2006 dan soal yang diambil dari materi kurikulum 2013 (K13). Dalam pembuatan soal sendiri, ungkapnya, ada 132 guru yang terlibat dengan rincian, 72 guru untuk membuat 36 mata pelajaran (Mapel) kurikulum K-13 dan 60 orang membuat 30 mapel kurikulum 2006.
“Untuk soal cadangan dan susulan dibuat sebanyak 10 persen dari total soal yang diperlukan. Durasi pembuatannya sendiri selama tiga hari yakni mulai tanggal 19-21 Februari 2018,” ujarnya.
Dikatakannya, Dari setiap mapel sendiri, ungkap Kepala SMKN 4 Palembang ini, untuk pelajaran yang bukan kejuruan akan dibuat sebanyak 40 soal pilihan ganda dan lima buah soal esai. Sedangkan untuk pelajaran kejuruan akan dibuat sebanyak 40 soal tanpa ganda
Ramot mengaku, pembuatan soal USBN yang dilakukan oleh pihak provinsi ini merupakan pertama kalinya dilakukan, sedangkan tahun sebelumnya soal dibuat sendiri oleh pihak sekolah masing-masing.(Editor Jon Heri)








