Laporan Hasan Basti
PALEMBANG, Jodanews – Perkelahian, atau yang sering disebut tawuran, sering terjadi di antara pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel, Widodo mengklaim, saat ini Sumsel zero tawuran. Kondisi ini akan terus dipertahankan hingga perhelatan Asian Games 2018.
“Sumsel aman dari aksi kekerasan pelajar. Saya jamin tidak ada tawuran hingga Asian Games mendatang,” kata dia, usai menghadiri seminar tentang kekerasan di sekolah dan tawuran pelajar, antisipasi, solusi dan strategi di Akademik Center (AC) UIN Raden Fatah Palembang, Selasa (30/1/2018).
Menurut Widodo, selama ini salah satu faktor yang menyebabkan siswa tawuran karena minimnya aktivitas di sekolah diluar jam belajar dan ketidaktahuan siswa dalam memiliki kegiatan yang sesuai keinginan ataupun minatnya. “Sehingga siswa lebih memiliki mengekpresikan hobi di luar sekolah. Disini peran sekolah dalam memberikan kegiatan harus tepat. Apakah siswa tersebut masuk bidang akademik, olahraga, agama dan seni. Dan ini harus tepat,” terangnya.
Selain itu, dia juga mengingatkan kepada guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah agar melakukan peranannya dengan baik. Guru BK sebaiknya tidak mengajar di dalam kelas dengan mata pelajaran bukan jurusannya seperti sosiologi dan sejarah, tetapi harus fokus memastikan peta kemampuan siswa dibidangnya. “Sumsel zero tawuran pelajar, jika peranan guru BK harus lebih aktif dalam rangka pembinaan mental siswa, membantu menemukan solusi bagi siswa yang mempunyai masalah, sehingga persoalan-persoalan siswa yang tadinya dapat jadi pemicu sebuah tawuran dapat dicegah,” pungkasnya. (Editor Jon Heri)








