Laporan Cindra
MUBA, Jodanews – Turap atau dinding beton penahan tebing Sungai Musi yang berada di Desa Bailangu Barat kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), yang baru selesai dikerjakan beberapa bulan lalu jebol. Ambruknya bangunan beton penahan tebing tersebut diduga tidak kuat menahan debit air dan beban tanah timbunan serta getaran kendaraan berat yang melintas.
Pantauan dilokasi, senin (29/1/18) bangunan beton penahan tebing yang terdiri dari pagar beton tersebut sudah jebol dan sebagian dinding tembok penahan ambruk masuk ke dalam sungai Musi. Yang terlihat hanya besi anyaman penahan cor semen, sedangkan tanah yang berada di sisinya amblas.
Menurut Zim (50) warga desa Bailangu, Jebolnya dinding beton tersebut, diduga besi rangka penahan tembok kurang besar termasuk tipisnya dinding tembok yang ada. Selain itu ditambah dengan adanya tekanan tanah yang ada di sisi dalam tebing sungai, akibatnya tanah bagian bawah terkikis air.
Senada dikatakan Mardian (45) warga Betung yang melintas, kondisi turap tersebut tentunya sangat membahayakan bagi warga sekitar dan pengguna jalan ketika hendak melintas, apalagi jika nelayan yang hilir mudik dibawahnya dan tentunya sangat berbahaya. Melihat kondisi turap tersebut, tentunya menghilangkan kondisi awalnya sebagai penahan dan pelindung.
“Pihak terkait jangan membangun asal asalan dong, harus sesuai spesifikasi, nah sekarang ini baru selesai kok sudah ambruk. Kalau sudah begini terus siapa yang disalahkan? Apa bencana alam? trus kapan mau dikerjakan kembali?,” beber Mardian .
Sementara, salah seorang yang dikonfirmasi awak media dilokasi kejadian mengaku sebagai pekerja mengatakan, kejadian ambruknya tembok penahan tebing tersebut diduga akibat bencana alam. (Editor Jon Heri)








