Home HL Alasan Faktor Ekonomi, Ibu Kandung Nekat Jual Anaknya Sendiri

Alasan Faktor Ekonomi, Ibu Kandung Nekat Jual Anaknya Sendiri

151
0
Laporan meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews  – Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang, diketahui  Fatimah alias Yanti (42) tega menjual anak kandungnya sendiri yakni AAS yang masih berumur 2,5 bulan. Yanti tega menjual anaknya dengan alasan karena motif ekomoni. Oleh karena itulah ia, nekat menjual anaknya sebesar Rp 20 juta. Usai menjual anaknya kemudian Yanti menghilang selama satu bulan dari rumah untuk mengkonsumsi sabu-sabu bersama teman temanya.
Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono didampingi Kabag Ops Kompol Maruly Pardede dan Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara,  mengatakan kalau kasus penjualan anak ini terkuak berawal dari laporan suaminya Junaidi ke Polresta Palembang, yang melaporkan bahwa Istrinya (Fatimah-red) dan anaknya (AAS-red), telah menghilang dari rumah sudah 1 bulan.
“Yanti kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penjualan anak,” ungkapnya. Kamis (18/1/2018) sore.
Kemudian petugas PPA Polresta Palembang, langsung menindaklanjuti laporan Junaidi. Alhasil keberadaan Yanti berhasil ditemukan dikawasan 3 ilir Palembang, namun anaknya ASS belum diketahui. Setelah dilakukan pendalaman, dari hasil penyelidikan petugas PPA, akhirnya Yanti mengaku dan muncullah nama, A Masja Sunadi, warga Cikande Serang.
“Anggota PPA kembali melakukan pengembangan dan berangkat ke Serang. Alhasil setelah dilakukan
penyelidikan disana selama 2 hari, Masja pun berhasil diamankan, beserta AAS,” jelasnya.
Namun, dari hasil pemeriksaan, sambung Wahyu, dari pengakuan, Masja nekat membeli AAS dari Yanti, lantaran ditawari bersangkutan. Karena tidak mempunyai anak, Masja pun lalu membelinya seharga Rp 20 juta. Dan hingga kini AAS pun sudah dikembalikan kepada bapaknya (Junaidi).
“Tersangka Yanti akan dikenakan pasal 76 F junto pasal 83 UU RI, No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak,”tegasnya.
” Saya khilaf pak melakukan ini, karena kebutuhan ekonomi,”katanya. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here