Home HL Ratusan Ojek Online Mendadak Gelar Aksi Damai di Kampus UBD Palembang

Ratusan Ojek Online Mendadak Gelar Aksi Damai di Kampus UBD Palembang

145
0
Laporan Meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews  – Mendadak, Ratusan driver ojek online (ojol) berjaket hijau hitam mendatangi kampus Universitas Bina Dharma (UBD) Palembang, yang berada di kawasan Jalan A Yani Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang. Senin (27/11/2017).
Kedatangan para driver ojek online ini untuk mencari dan menuntut salah satu mahasiswa Bidar yang bernama Redi Oktar untuk di drop out (DO) dari kampus tersebut. Karena Redi dianggap sudah menghina para driver ojol melalui akun sosmed instagram.
Dimana akun instagram redioktar_ milik saudara Redi Oktar, ia memberikan komentar “Yaa gitula namanya aja tukang Go-Jek mana ada etika, sd aja k tamat.. Untung mbak @dewiperssikreal pintar dia tau klo yang baju ijo itu orang bodoh, kalu dia ada etika dan otaknya pintar gak mungkin kan kerjaannya tukang Go-Jek, benar gk”.‎
Merasa profesinya telah dihina, ratusan ojol ini langsung mendatangi universitas Bina Dharma dan memarkirkan sepeda motor yang mereka bawa dipinggir jalan. Dengan peristiwa ini sempat terjadi kemacetan panjang di kawasan Jalan A Yani. Pasalnya, hampir seluruh jalan dari kedua sisi dipenuhi para driver ojol.
Di depan kampus Bina Dharma, para driver ojol terus beteriak dan menuntut Redi untuk meminta maaf serta di DO dari kampusnya. Setelah beberapa saat melakukan koordinasi antara perwakilan ojol, kampus, serta Redi. akhirnya Redi keluar dan meminta maaf kepada para driver ojol didepan umum.
Dengan menggunakan baju berwarna hitam dan celana hitam, mahasiswa jurusan Komputerisasi Akutansi Bina Dharma ini meminta maaf kepada para driver ojol dengan menggunakan pengeras suara.
“Saya atas nama pribadi bukan atas nama kampus memohon maaf kepada teman-teman ojek online seluruh Indonesia, terutama yang di Palembang,” terang Redi didepan para ojol ini. Tak hanya sekali, permintaan maaf dari Redi ini terus diulanginya sebanyak dua kali.
Usai meminta maaf kepada para driver ojol ini. Redi hanya tertunduk lesu, dan hanya mendengarkan sumpah serapah dari para driver ojol. Namun sayangnya, Redi enggan memberikan keterangan atas apa yang telah dilakukannya tersebut.
Perwakilan Sekjen Paguyuban Ojek Online Palembang, Sujat mengatakan, kedatangan para driver ojol di kampus Bina Dharma ini hanya untuk mengklarifikasi postingan tersebut.
“Kita hanya mengklarifikasi soal statment yang dilancarkan oleh salah satu mahasiswa Universitas Bina Dharma. Kita disini hanya melakukan ‎aksi damai,” katanya.
Menurut Sujat, dalam statment postingan yang diunggah oleh Redi, intinya para ojol ini merupakan orang yang tidak berpendidikan dan tidak tamat SD, padahal menurut Sujat banyak para driver ojol ini merupakan sarjana.
“Jadi tidak benar jika kita ini tidak berpendidikan. Bahkan ada juga dari driver ini alumni Bidar dan ada juga mahasiswa Bidar,” jelasnya.
Disinggung mengenai permintaan para driver ojol yang menuntut agar mahasiswa tersebut untuk di DO. Dirinya hanya mengatakan “Kita serahkan semuanya kepada kampus, karena tuntutan kita jelas seperti itu,” tegasnya.
Dengan latar belakang driver ojol yang beranekaragam. Timbul ke khawatiran akan keselamatan dari Redi terkait kasus ini. Namun, Sujat memastikan dan menjamin tidak terjadi apapun tentang keselamatan Redi.
“Kita jamin, kita lakukan aksi damai. Tapi kita masih menunggu hasil dari pihak kampus, apakah memang bisa di DO atau tidak,” jelasnya.
Sementara Dekan Fakultas Avokasi Universitas Bina Dharma, Akhmad Syarifuddin‎ mengatakan, dengan permintaan para driver ojol untuk memberhentikan Redi, pihak kampus akan menindaklanjuti kasus ini.
“Kita akan rapatkan dulu, kan ada prosedurnya,” jelasnya.
Dimata Syarifuddin, Redi merupakan mahasiswa yang pendiam. Iapun tak menyangka, jika mahasiswanya tersebut membuat postingan seperti itu. “Nilai akademiknya bagus. Dikampus orangnya pendiam, tapi ternyata tangannya ini jahil,” terangnya.
Disinggung mengenai banyaknya masalah terkait penggunaan media sosial. Syarifuddin menerangkan, untuk memberikan masukan dan arahan kepada mahasiswanya tentang penggunaan media sosial itu.
“Kita inikan komputer IT, jadi sangat dekat dengan media sosial.‎ Jadi kita terus berikan arahan kepada para mahasiswa,” tegasnya. (Editor Jon heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here