Laporan Meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews – Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, dibawah pimpinan AKBP Erlin Tangjaya, melaksanakan gelar Operasi premanisme yang di 5 titik diantaranya di Benteng Kuto Besak (BKB), Pasar 16 Ilir, Pasar Burung, Cinde, dan Pasar Sako Palembang. Setidaknya ada puluhan premanisme yang rata-rata tubuhnya dipenuhi tato ini diamankan polisi, yang kemudian digelandang ke Polda Sumsel untuk didata dan diperiksa lebih lanjut.
Dari salah satu keterangan M Nari (19) yang diamankan mengatakan dirinya baru ada sebulan belakangan ia bekerja sebagai juru parkir di Pasar Perumnas-Sako. “Saya jaga parkir di samping Bank BRI Sako, dengan sistem gaji, kadang dapat hasil Rp 100 ribu sehari, yang Rp 50 ribu punya saya, sedangkan sisa uangnya disetorkan lagi ke Boncel,” ungkapnya
Lanjut pemuda lajang ini, saya diamankan sudah yang kedua kali ini berurusan dengan polisi. “Pernah sebelumnya saya ditahan di tahun 2017, itu kasus narkoba juga di Polda, cuma 3 hari,” ujarnya
Selain itu dilokasi berbeda yakni di Jalan Merdeka polisi mengamnkan Amri (40) yang saat itu sedang duduk di Merdeka sembari menunggu mobil pakjo. “Saya ini sopir serep angkot pakjo mba, saya lagi nunggu mobil pakjo yang mau saya bawa, malah saya di bawa polisi ke Polda Sumsel, ” katanya
Semantara pengakuan Mamat (37) yang merupakan tukang parkir di Pasar 16 Ilir mengatakan, kalu dirinya sudah sembilan kali keluar masuk penjara dengan kasus yang berbeda-beda. Terahir baru-baru ini keluar dari penjara dalam kasus berkelahi dan ditahan di lapas Pakjo Palembang. Mamat pun langsung jadi ketua para preman yang diamankan untuk menyanyikan yel-yel dan lagu Indonesia Raya.
Dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya dan yel-yel para premanisme terlihat kompak. “Palembang Aman, Asean Games Lancar, Adakah niat jahat dihatimu, Tidak..tidak..tidak. Adakah Jatanras dihatimu, Ada..ada..ada.. Mana..! Itu dia.. Itu dia.,”teriaknya
Direktur Kriminal Umu, Kombes Pol Harizon Hendra melalui Wadir Krimum, AKBP Azis Andriansyah, mengatakan ini merupakan hasil akhir tahun, karena biasanya banyak perayaan di hari Natal dan tahun baru. Oleh karena itu, ini membutuhkan situasi yang kondusif dan kesiapan dari personil kita dan kesiapan situasi kamtibmas.
“Anggota kita melaksanakan razia premanisme ini dilaksanakan mulai dari pukul 10.30 Wib sampai pukul 12.00 Wib. Setidaknya 46 premanisme yang berhasil diamankan yang rata-rata profesinya sebagai tukang parkir dan sopir angkot. Seperti yang kita lihat hampir seluruh rata-rata memiliki tato ditubuhny, “ungkapnya
Selain operasi premanisme, ada beberapa operasi telah dilakukan oleh pihak Polda Sumsel, seperti dari Operasi Sapu Jagad, Operasi Zebra. “Dari wilayah Palembang hari ini kita mendapatkan di 5 lokasi sebanyak 46 preman ini banyak diantaranya dan sebagian besar adalah residivis, atau pelaku kejahatan,” bebernya.
Masih dikatakan nya, Bagi mereka yang kedapatan atau terjaring, kita daftarkan dan kita foto dan diambil sidik jarinya serta diperiksa. “Kalau tidak ada indikasi melakukan kejahatan maka akan kita lepas tapi kalau ada yang melakukan indikasi kejahatan akan kita sidik lebih lanjut, “tutupnya. (Editor Jon Heri)








