Laporan Ofie
PALEMBANG, Jodanews – Sejak banyaknya tiket online yang dijual secara online, penjualan dan pembelian tiket melalui travel agen menurun drastis. Tak hanya itu hal ini juga menyebabkan perusahaan yang berbisnis dengan menjual tiket, 30 persen nya kolaps sejak 2 tahun terakhir.
Anton Wahyudi Ketua DPD Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumsel membenarkan, jika hal ini sudah terjadi di Sumsel sejak 2 tahun terakhir ini.
“Banyak masyarakat yang membeli tiket via online karena mudah, hemat dan cepat. Jadi mereka lebih memilih beli by online daripada memesan lewat tour n travel agen,”kata Antoni belum lama ini.
Tak hanya itu saja tambah Antoni, penyebab lainnya adalah juga rendahnya fee komisi yang diberikan kepada agen tour and travel untuk tiket penjualan berbagai maskapai ini. Tapi ada juga maskapai yang menaikkan komisi penjualan tiket pesawat seperti Batik Air.
Biasanya kata Antoni yang juga pemilik Travel Agen Ganeca ini, pemilik travel agen bertahan karena ada inovasi inovasi dengan menghadirkan berbagai paket seperti paket liburan, paket umroh dan sebagainya. “Jadi travel agen ini bertahan karena tak hanya menjual tiket pesawat. Tapi ada program lainnya yang dijual,” terangnya lagi.
Untuk itulah tambah Antoni, saat ini pihaknya berusaha untuk menciptakan peluang baru seperti menghadirkan paket umroh seharga rp 22 juta selama 12 hari bekerja sama dengan maskapai penerbangan Lion Air yang terbang langsung dari Palembang langsung Jeddah Mekkah.
Tak hanya itu, pihaknya juga membuat website asitago yakni sistem untuk bisnis supaya yang menjadi anggota Asita bisa issued langsung tiket internasional. “Lewat sistem Asitago ini yang baru launching 2 bulan ini bisa masuk secara gratis,”tambahnya.
Harapannya dengan adanya berbagai inovasi ini, anggota Asita yang merupakan para travel agen bisa terus bertahan dan berkembang untuk maju.(Editor Jon Heri)








