Home HL Satu Dari Tiga Pelaku Pembunuh Adbul Kadir Diringkus, Dua Dalam Pengejaran

Satu Dari Tiga Pelaku Pembunuh Adbul Kadir Diringkus, Dua Dalam Pengejaran

137
0

Laporan Meyda Sari

PALEMBANG, Jodanews  – Satu dari tiga pelaku pembunuhan terhadap korban Abdul Kadir Zailani (37), yang merupakan juru parkir di Jalan Kapten A Rivai, Lorong Nilam tepatnya di belakang Transmart, berhasil ditangkap aparat Polsek Ilir Barat I, Palembang. Minggu (22/10/2017) sekitar pukul 23.00 Wib, lebih tepatnya sembilan jam sejak peristiwa pembunuhan.

Setidaknya ada Lima mobil yang berisikan belasan reserse meringkus Mul Saputra (38) saat sedang berjalan di kawasan Pasar 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil. Penangkapan Mul didapat dari keterangan saksi kunci yakni seorang pemilik warung yang menyaksikan kejadian dibunuhnya korban tepat di depan warungnya.

Barang bukti yang digunakan pelaku berupa sandal hotel bernoda bercak darah milik tersangka yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara dua tersangka lainnya yakni IW dan TM masih buron dan masih dalam pengejaran aparat dilapangan.

Tersangka Mul mengaku, awal permasalahan muncul saat dirinya cekcok dengan kakak korban, yakni Said. Dikatakan Mul, satu jam sebelum kejadian dirinya ditebas menggunakan parang oleh Said tak jauh dari lokasi kejadian.

“Saya lagi berdiri, tiba-tiba Said mendekat dan langsung menebas saya. Tebasannya mengenai tangan kanan saya hingga luka. Dari situ saya pulang dan memberitahu adik saya IW dan adik ipar saya TM akan kejadian tersebut,” ujar warga Jalan Radial, Lorog Bungur, RT19/6, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil Palembang ini saat gelar perkara, Senin (23/10/2017).

Tersangka Mul, IW, dan TM pun mengambil pisau dan menunggui Said di TKP namun tak kunjung muncul. Namun datanglah korban Kadir yang tak mengetahui duduk permasalahan, menjadi sasaran kekesalan para tersangka.

Korban ditusuk namun masih bisa mengelak. Korban kemudian roboh ke tanah dan menjadi sasaran serang para pelaku hingga korban tewas dengan tujuh luka tusukan yakni di leher, belakang wajah bagian kiri, belikat belakang kanan dan kiri, telinga dan bahu.

Pemilik warung yang menyaksikan kejadian tersebut kemudian menjerit sehingga para pelaku melarikan diri. Pria yang menjadi juru parkir di samping Palembang Square Mall ini pun mengatakan, motifnya melakukan penganiayaan yang berujung tewasnya korban dilatarbelakangi karena dendam dirinya terhadap kakak korban, namun salah sasaran terhadap korban.

“Kalau soal rebutan lahan parkir saya kurang tahu masalahnya, adik saya IW yang lebih tahu,” kilah pria yang pernah ditahan di Polresta Palembang selama empat tahun karena kasus penganiayaan tersebut.

Sementara itu Kapolsek Ilir Barat I Palembang, Kompol Handoko Sanjaya didampingi Ipda Ikhsan berujar, satu tersangka berhasil ditangkap sementara dua lainnya masih buron. Dirinya pun membenarkan bahwa adanya rebutan lahan parkir di belakang mall yang baru saja di resmikan.

“Tersangka dan korban sama-sama ingin menguasai lahan parkir di kawasan tersebut sehingga terjadilah bentrok,” ujarnya.

Handoko pun mengatakan, sebenarnya tersangka bersama komplotannya yang masih satu keluarga tersebut hendak mengincar kakak korban. Namun kakak korban tidak ditemukan dan hanya ada korban di TKP, sehingga mengalihkan sasaran kepada korban.

“Yang mengeksekusi korban adalah pelaku IW yang masih buron. Saat ini kami masih mengejar tersangka dan mengembangkan penyelidikan,” ujarnya.

Tersangka Mul dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan junto pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan diancam dengan hukuman diatas 10 tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan, Abdul Kadir Zailani, warga Jalan Cempako Dalam, Lorong Masjid Ikmal, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, tewas mengenaskan pasca dikeroyok sekelompok orang tak dikenal di Jalan A Rivai, Lorong Nilam, tepatnya di samping Kantor pos, tepat dibelakang Trans Mart Palembang, Minggu (22/10/2017) sekitar pukul 14.00 Wibm

Korban sempat dilarikan ke RS AK Gani untuk mendapatkan pertolongan medis namun nyawa korban tidak dapat tertolong lagi. Hingga akhirnya korban meregang nyawa karena banyak kehabisan darah di perjalanan. (Editor Jon Heri)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here