Home HL Percobaan Bunuh Diri Elfran Tembakkan Senpira di Kepalanya,

Percobaan Bunuh Diri Elfran Tembakkan Senpira di Kepalanya,

167
0

Laporan Meyda Sari

JODANEWS,- PALEMBANG – Seorang pemuda bernama Elfran Tansjah (28), warga Perumahan Patal, Blok C nomor 8, RT 10 Rw 3, Kelurahan Talang Aman, Kecamatan Kemuning Palembang, ditemukan tergeletak dalam keadaan bersimbah darah didalam kamarnya sendiri, Kamis (28/9) sekitar pukul 18.10 Wib.

Korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya, Rita Arsyad (58). Saat itu, ibu korban baru saja pulang dari bekerja. Ibu yang bekerja sebagai PNS di Samsat Jalan Pom IX. Saat pulang mencari anaknya, lalu Ibu Rita mencarinya dan langsung masuk ke kamar untuk melihat anaknya, namun betapa terkejutnya ketika Rita ibu korban melihat sang anak Elfran, sudah dalam keadaan bersimbah darah di kamarnya.

Melihat kejadian tersebut, ibu korban lantas berteriak, dan teriakan Rita mengundang perhatian warga sekitar sehingga warga sekitar berkerumun berdatangan ke rumah korban. Saat ditemukan, korban dalam posisi tertelungkup dengan wajah menghadap ke kanan. Setelah dilihat ternyata di pelipis kanan korban terlihat bekas luka tembakan. Di dekat kepala korban tergeletak senjata api rakitan jenis revolver.

“Ibunya teriak ‘anakku bunuh diri’ berulang kali. Warga yang selesai shalat magrib terkejut lalu mendatangi rumah korban yang berada di belakang masjid,” ujar Ketua RT 10, Bakri Naim (52). Warga pun segera menggotong Elfran dan membawanya ke RS Hermina Palembang, sebelum dirujuk ke RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Saat digotong, Elfran masih sadar namun tak dapat bersuara. Terlihat matanya masih bergerak serta masih bernapas. Bakri berujar, sehari-hari Elfran dikenal warga sebagai pemuda biasa yang pendiam dan sesekali membaur dengan masyarakat.

“Orangnya itu pendiam pak, Baru ada 2,5 tahun lalu lulus dari UGM Yogyakarta Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi. Sebelumnya korban sekolah di SMA Plus Negeri 17 Palembang. Warga pun sempat kaget mengetahui bahwa Elfran sudah nembak kepalanya sendiri. Kami pun tidak tahu apa alasannya,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga pernah melihat sikap yang aneh pada korban. Ketika korban shalat di masjid, sujudnya sangat lama serta apabila salat di rumah, kiblatnya pun menghadap ke arah yang salah. Keluarga korban pun menduga bahwa korban menggunakan obat-obatan terlarang, meski belum bisa dibuktikan kebenarannya. Korban pun diketahui belum bekerja sejak lulus kuliah 2,5 tahun lalu.

Sementara, Kapolsek Kemuning AKP Robert P Sihombing berujar, pihaknya mendapatkan laporan bahwa ada warga yang berupaya bunuh diri, dari laporan warga itu pihaknya bersama anggota yang lain segera meluncur ke tempat lokasi kejadian.

“Dari temuan di lokasi, diduga korban melakukan percobaan bunuh diri dengan menggunakan senpi rakitan jenis revolver dengan menembakkannya ke pelipis sebelah kanan,” ujarnya Robert. kamis (28/8/2017)

Saat ini, Pihaknya belum bisa memastikan motif apa yang menjadi latar belakang korban menembak kepalanya sendiri. Namun, dari pengakuan keluarga korban, sejak Juni lalu korban mencari senjata api melalui media sosial. Kami masih menelusuri asal usul kepemilikan senpi rakitan ini. Apakah milik korban sendiri atau bukan,” jelas Robert.

Dari hasil olah TKP pihaknya menyita barang bukti berupa senpi rakitan jenis revolver bergagang kayu, satu selongsong peluru kosong, serta satu peluru yang masih aktif, dan belum digunakan. “Saat ini korban selamat namun masih dalam keadaan kritis dan masih dirawat di RSMH. Apabila nanti korban sudah sadarkan diri, kita akan coba mintai keterangan perihal kejadian ini,” ujarnya. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here