Laporan Hasan basri
PALEMBANG, Jodanews – Agar guru merasa memiliki PGRI dan merasa dihormati, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumatera Selatan (Sumsel) H. Ahmad Zulinto, S.Pd menghimbau semua guru untuk memakai baju batik PGRI setiap hari Kamis.
“Ya ini tidak ada masalah karena ini batiknya guru dan batiknya PGRI. Dan juga ini cara cangih untuk kita, kalau guru pakai baju biasa masuk ke mall kita tidak tahu, tapi kalau guru pakai baju batik saat ke mall kita pasti tahu bahwa dia (guru red) adalah PGRI,” aku Zulinto usai pembukaan Sosialisasi Kode Etik Guru Indonesia di gedung serba guna SMKN 3 Palembang, Selasa (26/09).
Ia juga mengatakan, bahwa memakai baju batik PGRI, tak lain juga sebagai simbol hormatnya kita terhadap guru. Namun bagi guru yang berorganisasi lain, dirinya mengatakan bila ada baju batik PGRI silahkan dipakai.
“Saya juga akan memakai ini, dan saya akan terapkan juga kepada seluruh staff di Disdik kota Palembang. Bila guru yang berorganisasi lain, kita juga silahkan pakai bila ada baju batik PGRI,” terangnya lagi.
Dalam kesempatan ini Zulinto juga menegaskan, untuk kode etik guru juga di perlukan adanya rambu-rambu panduan agar para guru sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan saat ini.”Sesuai amat guru dan dosen dalam menjalankan tugas tidak semena-mena harus sesuai dengan pedagogik “jelasnya.
Aturan ini juga harus disosialisasikan bersama anak didik. Menurut Zulinto, organisasi PGRI siap berkorban untuk guru. “PGRI melindungi nasib guru, berjuang untuk guru,”ujarnya
Senada yang dikatakan, Ketua PGRI kota Palembang, Hasaanuddin menuturkan, pihaknya sangat antusias dan terharu dengan kebijakan ini, sebab guru juga merasa terhormati.
“Jadi guru benar-benar merasa memiliki PGRI dann juga meningkatkan rasa nasionalisme,” ujarnya diwaktu dan tempat yang sama.
Saat ini anggota PGRI menurut data online www.pgri.co.id sejumlah 13966 orang untuk di Palembang saja. Namun bila ada guru tidak memakai baju batik PGRI, pihak hanya memberikan sanksi moral.
“Tidak sanksi yang berat, namun hanya sanksi moral saja. Yang lain pakai, dan satu guru yang tidak pakai pastinya dia akan malu sendiri,” tukasnya
Sementara staf ahli walikota Palembang bidang perintahan Sadaruddin mengatakan, pemerintah sangat mengapresiasi kinerja guru. “Kedepan kita harapkan guru lebih lebih profesional dan dapat menjadi panutan demi kemajuan pendidikan di kota Palembang,”tandasnya (Editor Jonheri)








