Home HL Unsri Gelar ICECOS 2017

Unsri Gelar ICECOS 2017

161
0

Laporan Hasan Basri

PALEMBANG, Jodanews – Universitas Sriwijaya (Unsri) menggelar‎ International Conference on Electrical Engineering and Computer Science (ICECOS) 2017. Pasalnya selama ini dosen-dosen di Indonesia masih untuk mempublikasikan paper hasil penelitiannya.

Ratusan hasil riset bidang Teknik Elektro dan Ilmu Komputer dari berbagai negara mengikuti uji review dari IEEE Xplore Digital Library di Hotel Horison Ultima Palembang, Selasa (22/8). Tercatat ada 110 hasil penelitian dari 14 negara dan 63 perguruan tinggi yang masuk ke ICECOS. Namun hanya 66 riset berhasil lolos dalam publikasi internasional. Seperti diketahui ada beberapa perguruan tinggi yang ikut dalam ICECOS Conference diantaranya Japan Advanced Institute of Science Technology (JAIST) Jepang, Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Albaha University Saudi Arabia, University of Technology Sydney Australia dan beberapa perguruan tinggi di dalam negeri. Sementara narasumber dalam konferensi internasional ini berasal dari berbagai negara seperti Japan Advance Institute of Science and Technology Prof Hiroyuki Iida, University of Technology Sydney Australia Prof Dr Eryk Dutkiewicz, Universiti Teknologi Malaysia Prof Dr Zolkafle Buntat.

“Unsri mencoba memfasilitasi para peneliti untuk mempublikasikan hasil riset dengan menyelenggarakan ICECOS Conference. Even dua tahunan ini tujuannya untuk meningkatkan academic atmosphere menuju Unsri berbasis riset,” kata Rektor Unsri Prof Dr Ir H Anis Saggaff MSCE.

Tak hanya itu lanjutnya, konferensi internasional ini juga bisa dimanfaatkan para dosen dalam membuat jaringan dengan peneliti dari berbagai negara untuk bertukar pikiran. Terlebih konferensi ini didukung lembaga publikasi internasional, IEEE Indonesia Section. “Walaupun kita buka secara umum, namun kami prioritaskan pesertanya dari dosen Unsri,” ujarnya.

Dia mengaku, keinginan dosen dalam menulis masih cukup rendah. Selama ini, dosen hanya memiliki ide dan riset namun tidak dituangkan dalam tulisan. Oleh sebab itulah, pihaknya membuat beberapa kebijakan seperti academic on the track dan riset. “Potensi publikasi internasional sangat besar karena itu kita lakukan penguatan kebijakan seperti mahasiswa harus lulus pada 7-8 semester, dosen juga diwajibkan menyertakan riset,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Rektor 1 Unsri Prof Zainuddin Nawawi menyebutkan item yang diuji diantaranya ide, tata tulisan dan lainnya. “Makanya kami buat Publications Management and Service untuk dosen belajar membuat hasil penelitian yang bisa diterima dunia, sekarang ini ada 60 persen dari 110 hasil penelitian lolos dalam publikasi internasional yang dikeluarkan IEEE Xplore Digital Library ,” katanya.(Editor Jon Heri).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here