Laporan Meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews – Setelah menindak lanjuti kasus pembunuhan dan perampokan terhadap korban Edwar Limba (35) beberapa hari lalu akhirnya kasus ini terungkap. Terungkapnya kasus perampokan yang disertai pembunuhan terhadap sopir taksi online (go car) yakni Edward Limba memang menjadi kasus atensi bagi Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto.
Dari hasil kerja keras yang dilakukan Polda Sumsel dan jajaran dengan terungkapnya kasus ini Kapolda Sumsel juga mengharapkan kepada sopir taksi online untuk kedepannya dapat selalu waspada ketika menarik penumpang. Apalagi penumpang yang mencurigakan.
Selain itu dari hasil penyelidikan petugas di lapangan diketahui jumlah pelaku pembunuh sopir taksi online (go car) bukanlah tiga atau empat pelaku melainkan lima pelaku yang menghabisi nyawa Edwar. Hal ini terungkap setelah tiga tersangka berhasil diringkus.
Dalam penjelasannya, Irjen Agung mengungkapkan, motif pembunuhan terhadap sopir taksi online gocar berlatar belakang perampokan. Karena korban mencoba melawan, akhirnya komplotan ini menghabisi nyawa Edward Limba. “Ini murni perampokan, tidak ada kaitan antara demo dengan gocar atau gojek. Karena, mereka ini murni ingin menguasai mobil korban. Dari tiga tersangka yang diamankan yakni Ari, Aldo dan Ucok, sedangkan dua pelaku lainnya masih buron.
Kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap Edwar memang sudah terungkap, akan tetapi Polda Sumsel masih akan terus melakukan pendalaman terkait otak dari perampokan disertai pembunuhan ini. Selain itu, tim juga masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lagi berinisial R dan I yang saat ini masih buron.
“Jumlah pelakunya itu ada lima orang, tiga sudah tertangkap dan dua masih dalam pengejaran. Dua diantara pelaku harus diberikan tindakan tegas dengan ditembak di kedua kaki pelaku masing-masing. Petugas terpaksa melepaskan tembakan karena pelaku mencoba melakukan perlawanan saat hendak ditangkap,” jelas Agung.
Masih dikatakannya, sebalum kejadian pembunuhan pelaku terlebih dahulu memesan taksi online dengan menggunakan nama palsu, komplotan ini meminta korban Edward untuk mengantarkan mereka ke kawasan Banyuasin. Namun, Saat ditengah perjalanan menuju ke Banyuasin, mereka langsung melancarkan aksinya dengan peran masing-masing yang sudah mereka bentuk.
Seat beraksi peran Pelaku I, bertugas menjerat leher Edward dengan menggunakan seling kawat dari belakang hingga membuat korban berupaya untuk melawan. Hingga seluruh dalam mobil dipenuhi bercak darah. Karena melawan, pelaku Ari yang melihat hal tersebut langsung menusuk korban Edwar menggunakan pedang samurai sebanyak tujuh kali hingga korban tewas di dalam mobil. Melihat korban tewas para pelaku langsung embawa korban ke Kawasan Sembawa Banyuasin, disitulah pelaku membuang mayat korban.
“Mobil sengaja mereka tinggal, karena kehabisan bensin dan sengaja di sembunyikan agar nantinya bisa diambil kembali. Namun, sebelum sempat diambil terlebih dahulu ditemukan masyarakat dan dilaporkan,” ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto dalam rilis di depan gedung utama Mapolda Sumsel, Selasa (29/8/2017).
Dimana Mayat korban yang dibuang di komplek perkebunan Sembawa Banyuasin dan ditemukan satpam komplek yang dilaporkan ke polisi. Saat itu, tidak ada identitas yang ditemukan dari badan Edward Limba karena dompet dan ponsel milik korban sudah diambil komplotan tersebut. Sedangkan, mobil Edwar hendak mereka bawa. Namun karena kehabisan bensin, jadi mereka terlebih dahulu memutuskan untuk menyembunyikan mobil tersebut. Sedangkan Barang bukti lain, dibuang mereka ke dalam sungai yang tak jauh dari TKP mobil untuk menghilangkan jejak.
“Mereka ini sudah lama merencanakan perampokan ini. Mulai dari kumpul hingga mencari korban untuk mereka rampok. Jadi, mereka ini sudah berencana sehingga dikenakan pasal pembunuhan berencana dan juga perampokan,” jelas Agung.
Lanjutnya, selain itu Polda Sumsel juga mau promosi. Nanti diharapkan, kepada sopir taksi online agar bisa memasang aplikasi Polisi Wong Kito. Tidak hanya sopir taksi online saja, tetapi seluruh masyarakat Sumsel untuk bisa memasang aplikasi Polisi Wong Kito. Karena tombol tersebut banyak keuntungannya dengan memasang aplikasi ini, salah satunya disana ada panic button yang bisa mendapat pertolongan dari polisi dengan cepat,” ujar jenderal bintang dua ini. (Meyda Sari)








