Home HL Sopir Taksi Online Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Di Pinggir Jalan Sembawa Banyuasin

Sopir Taksi Online Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Di Pinggir Jalan Sembawa Banyuasin

155
0
Laporan Meyda Sari
PALEMBANG, Jodanews  -Sesosok jenazah pria yang identitasnya belum diketahui (Mr X) ditemukan tewas bersimbah darah di tepi Jalan Umum Peternakan BPTU Sembawa Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin. Mayat tersebut pertama kali ditemukan Penjaga malam saat sedang berpatroli dengan menggunakan sepeda motor. Senin (21/8) pukul 22.30 Wib.
Selanjutnya penjaga malam tersebut menghubungi pihak kepolisian, tak lama kemudian polisi mendatangi olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengecek korban. Dari olah TKP petugas tidak menemukan kartu identitas korban. Kemudian petugas langsung membawa korban ke RS Bhayangkara Palembang.
Dari hasil penyelidikan korban, akhirnya Diketahui identitas korban yakni Edwar Limba (35) warga Lorong Kedukan, nomor 712B RT24/7, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I Palembang yang bekerja sebagai sopir taksi daring (online).
Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh Feriansyah, penjaga malam di kawasan tersebut. Saat sedang patroli menggunakan sepeda motor, Feri terkejut melihat sosok manusia sudah tak bernyawa di tepi jalan dengan bersimbah darah di bagian wajah dan leher masih terlilit tali kawat. Mengetahui kejadian ini, Feri pun segera melapor polisi dan jenazah di evakuasi ke RS Bhayangkara Palembang.
Kapolres Banyuasin AKBP Andre Sudarmadi berujar, pihaknya membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. “Kami masih lidik, anggota masih di lapangan. Motif dan pelaku juga belum diketahui karena masih didalami,” ujarnya singkat.
Sementara Dokter Forensik RS Bhayangkara dr Indra Sakti berujar, setelah menjalani visum luar, diketahui korban mengalami luka memar di belakang kepala dan jeratan di leher.
“Di kepala belakang bagian kiri, memar karena benda tumpul, di leher ada bekas jeratan juga. Tangan kiri dan kanan luka robek, mungkin berkelahi. Tidak ada luka tusuk,” ujar dia.
Masih dikatakannya, jika dilihat dari kondisi jenazah, diperkirakan korban sudah meninggal selama delapan jam sebelum diantar ke RS Bhayangkara.
Artinya korban tewas dieksekusi pelaku, sejak yang bersangkutan pamit keluar rumah antara pukul 18.30 Wib hingga 21.00 Wib. Senin (21/8/2017)
“Kami tidak tahu penyebab kematiannya, bisa karena jeratan itu atau benturan benda tumpul di kepalanya,” jelas Indra, didampingi Pamin Yandokpol RS Bhayangkara Polda Sumsel Iptu Edinson
Sementara itu, mobil milik korban ditemukan di Jalan Kol Dani Effendi, RT 14/5, Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Palembang sekitar pukul 05.30 Wib oleh seorang warga sekitar bernama Ida (53). Ida berujar, pagi-pagi dirinya baru saja bangun dari tidur dan membuka pintu depan. Ida heran melihat ada sebuah mobil Toyota Avanza warna Abu-abu nopol BG 1103 OZ yang terparkir tak jauh dari rumahnya.
“Aneh, ada mobil bagus tengah jalan tapi tidak ada orangnya. Makanya saya tanya suami, dan suami mengatakan siapa tahu orang mau lihat tanah. Namun Sampai jam 08.00 Wib orangnya tidak datang-datang, makanya saya lapor ke pak lurah,” ujarnya.
Kapolsek Sukarami Kompol Rivanda mengatakan, pihaknya segera mendatangi lokasi setelah mendapatkan laporan dari warga. Setelah melakukan identifikasi, pihaknya mendapati bercak darah di bagian tengah mobil, di bangku depan, sabuk pengaman, dan dibagian belakang mobil.
“Diketahui pemilik mobil tersebut atas nama Edwar Limba, warga Lorong Kedukan, SU I Palembang,” jelas Rivanda.
Berdasarkan pantauan dilapangan, terlihat puluhan kerabat korban memadati sekitar Instalasi Forensik RS Bhayangkara. Semua dengan Wajah murung terpampang di seluruh wajah para pelayat. Istri korban, Rosalina (34), tak henti-henti berderai air mata hingga kelopak mata membengkak. Ibu dua anak tersebut tak kuasa menahan emosi meski kerabatnya terus-menerus menenangkan Ros.
Rini (25), rekan korban berujar, korban sebelumnya merupakan marketing obat di perusahaan MDS dan telah bekerja 15 tahun di sana. Para rekannya pun terkejut ketika tahu korban yang akrab disapa Ewa ini, tewas sehari pasca dirinya mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.
“Kawan-kawannya menyayangkan dia keluar kerja, padah sudah lama sekali bekerja jadi detail obat di MDS. Seminggu lalu Ewa mengajukan pengunduran diri dan baru resmi berhenti kemarin (Senin-red).
Rini mengira, Ewa sudah menjadi sopir taksi online sejak lama dan menyambi sambil bekerja sebagai marketik obat. Namun baru resmi berhenti sehari sebelum korban tewas.
“Rencananya keluarga akan memakamkannya besok (hari ini-red). Kami kerabatnya hanya minta pelaku untuk segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya,” ujar Rini. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here