Pendidikan Anak Dimulai Dari KeluargaLaporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews – Orang tua merupakan landasan yang kuat, dalam menjelajahi dan menguasai lingkungan baru di dunia sosial yang lebih luas dengan cara-cara yang sehat secara psikologis. Keterikatan yang kokoh dengan orang tua dapat menyangga anak dari kecemasan dan perasaan depresi. Untuk mempertahankan kedekatan dan keterikatan orang tua dengan anak, orang tua harus memberi mereka kesempatan berkembang. Kehidupan yang koeksitensi yang penuh kedamaian dan makna dapat dicapai. Orang tua merupakan pendidik pertama dan utama karena orang tua merupakan lingkungan pertama yang mereka kenal dan menjadi kenangan masa kecil yang akan berpengaruh untuk kehidupan selanjutnya
Kabid SMA Disdik Provinsi Sumsel H. Bonny Syafrian, SE.MM mengungkapkan, Pendidikan keluarga menjadi hal yang urgent mengingat keluarga merupakan hal pertama seorang remaja sebelum menjalani pendidikan formal atau kerap disebut sekolah. “Berangkat dari hal tersebut, filter penguatan seorang anak harus digodok sejak dini dalam pendidikan keluarga mengingat tantangan derasnya pergaulan bebas mulai merong-rong remaja saat ini di era gadget yang mulai melenceng penggunaannya,”ujarnya pada event Penguatan Pendidikan Keluarga Meningkatkan Kapasitas Orang Tua Dalam Pengasuhan Anak di Aula SMK Negeri 3 Palembang, Kamis (10/8).
Menurutnya, “Gadget merupakan tantangan paling berat saat ini. Makanya, saya pesankan kepada para orang tua bisa membatasi dan memberi pengertian tentang penggunaannya, sebab hal tersebut cukup beralasan menurut Bonny lantaran seorang remaja banyak bergaul di lingkungan luar ketimbang di rumah. “Misalnya siswa bolos dan lain sebaga nya. Ini kan harus terjalin komunikasi antara wali siswa dan juga guru,”harapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 3Palembang Dra. Hj Hernawati, MM mengatakan, bahwa acara ini diharapkan membuat para orang tua bisa membekali anak agar memberikan nilai-nilai karakter di rumah. “Ini penting bagi perkembangan anak, makanya kita memberikan pelatihan ini bagi orang tua wali agar nantinya saat anak sekolah juga tak hanya cerdas tapi juga berkarekter,”ujarnya.
Dia mengatakan, tujuan utama kegiatan ini tak lain untuk membangun pembentukan karakter generasi anak bangsa yang lebih baik, berideologi, nasionalisme yang tinggi,kedepannya lebih bermartabat, dan santun.” Dimulainya pendidikan karakter dari anak yang startnya dari lingkungan rumah, yang artinya keluarga menjadi pondasi dasarnya. Orang tua yang dirumah untuk melakukan pembiasaan pembinaan prilaku sehari-hari yang santun dan beretika, berani,tanggungjawab, pemaaf dan kecintaannya terhadap Tuhan, lingkungan, teman, saudara, piaraannya,”jelasnya.
Lanjutnya, guru di sekolah sebagai pemelihara,monitor, motivator, konektor atau kanal bagi anak didik untuk lebih berkembang, berani, tanggungjawab, disiplin, santun dengan segala rasa simpati dan empati terhadap orang lain
Dia juga mengatakan, kegiatan penguatan pendidikan keluarga ini merupakan kali kedua yang digelar SMK Negeri 3 Palembang dengan harapan seorang pelajar memiliki bekal karakter yang mumpuni. Karena secara psikologis efeknya ada, oleh sebab itu kegiatan seperti inin sudah kita galakkan sejak tahun lalu agar supaya ada kontribusi orang tua dalam pendidikan anak ini,”pungkasnya.. (Editor Jon Heri)








