Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews – Dalam upaya untuk mewujudkan nilai-nilai luhur ke Indonesiaan yang memiliki cara pikir, cara kerja, cara hidup dan sikap serta perilaku bangsa Indonesia yang mengacu nilai-nilai strategis yaitu integritas, etos kerja dan gotong royong berdasarkan Pancasila yang berorientasi pada kemajuan, agar Indonesia menjadi negara yang maju, modern, makmur, sejahtera dan bermartabat. Sejak resmi digulirkan dan terus berjalan dalam waktu dua tahun terakhir, Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) terus menyebarkan gerakan sosial ke semua lapisan masyarakat termasuk para pelajar.
Untuk mewujudkan semua itu Sebanyak 54 orang siswa dari tiga kabupaten /kota di Sumsel, yakni Palembang, Ogan Ilir dan Banyuasin mengikuti sosialisasi GNRM melalui media sosial.
Kegiatan ini sendiri berlangsung dari tanggal 8-10 Agustus di Ballroom Daira Hotel Palembang, yang dicanangkan oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Bidang Kemanusiaan (Kemenko PMK). Sosialisasi GNRM melalui media sosial (medsos) bersama pelajar dan netizen ini diikuti oleh 54 orang pelajar yang ditemani oleh enam orang guru pendamping dari tiga kabupaten/kota tersebut.
Kepala Bidang sekolah menengah atas (SMA) Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel H. Bonny Syafrian, SE.MM mengatakan, perkembangan teknologi saat ini menjadi sulit dibendung. Anak-anak menjadi cepat berinteraksi dan memperoleh informasi baik yang benar maupun yang tidak benar.
Dijelaskannya, salah satunya melalui medsos, maka dari itu pihaknya telah bekerjasama dengan mediaku.com sebagai media yang diterapkan dalam dunia pendidikan.
“Kita harapkan, para perwakilan pelajar ini dapat menyampaikan apa yang mereka dapatkan disini kepada teman-temannya yang lain. Bahkan di daerah lain melalui medsosnya masing-masing,” ungkapnya dalam sambutannya di pembukaan GNRM bersama pelajar dan netizan, Rabu (9/8)
“Revolusi mental bagi siswa menjadi satu fokus utama karena berkaitan dengan tujuan pemerintah Provinsi Sumsel dalam menciptakan generasi yang cerdas. Melalui semangat revolusi mental pelajar diharapkan dapat mengembangkan diri baik dari sisi aspek kecerdasan maupun emosional,” katanya.
oleh sebab itu ujar Bonny, pelajar jangan hanya pandai dari aspek pendidikan tetapi tidak memiliki kepandaian dalam pengendalian emosi.
“Emosional tinggi hanya memberikan citra buruk. Jadilah generasi bangsa yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian,” katanya.(Editor Jon Heri).









