Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews – Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang minta bagi sekolah yang belum terpenuhi mobiler, bisa mengajukan mobiler ke Disdik kota Palembang, pasalnya pihaknya saat ini telah mencatat hampir 50 persen mobiler (kursi, meja dan lemari) sekolah sudah mencapai SPM..
Plt Kabid PPS Disdik kota Palembang mengatakan mengenai bantuan mobiler sekolah sendiri masih menggunakan dana Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (APBD) kota, kebanyakan yang diberikan mobiler ini dibarengi dengan pembangunan lokal baru. “Kalau untuk bantuan khusus mobiler sendiri belum banyak yang mengajukan, kalau bantuan lokal baru dan sekolah minta direhqb itu sangat banyak,” katanya.
Jadi pihaknya menghimbau bagi sekolah yang membutuhkan khusus mobiler sekolah, dapat segera mengajukan ke Disdik kota Palembang. Soalnya kita menggunakan anggaran APBD kota, dimana dari laporan sekolah tersebut akan diajukan ke Pemerintah kota Palembang. “Perlu di ketahui untuk SD Negeri jangan menggunakan kursi plastik rumahan untuk duduk siswa, sebab sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) sekolah harus menggunakan berbahan kayu,” jelasnya.
Dari 248 SD Negeri ini hanya setengah sekolah yang sudah terpenuhi SPM mobiler. “Tentu kita sebagai Disdik berharap semua SD Negeri kota Palembang lebih baik baik mobiler dan bangunan, sehingga Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dapat berjalan maksimal,” paparnya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 7 Rukyatul Hilal melalui Wakilnya Ahmadal Khoili mengatakan saat ini dirinya menjabat sebagai kepala sekolah sementara. Di SD tempatnya, memiliki 201 siswa/i. “Untuk sarana gedung seperti kelas sekarang ini sudah tercukupi. Namun untuk mobiler seperti kursi, meja dan lemari sekolah. Yang jelas kondisinya tidak begitu maksimal, sebab beberapa mobiler sudah mulai keropos,” katanya.
Untuk mobiler sendiri, pihaknya membutuhkan 2 lokal kelas. “Memang ada sebagian kelas disini mobilernya sudah lebih baik, dan sisanya lagi mobilernya sudah buruk. Jika sudah terpenuhi, para siswa pun bisa lebih optimal dalam belajar, kita mohon bantuan dari disdik agar dapat terealisasi,” pungkasnya (Editor Jon Heri).








