Laporan Iman Santoso
JODANEWS,Muratara,- Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara ( Muratara) Efriyansah secara terbuka meminta maaf kepada seluruh media baik Cetak maupun elektronik yang ada di wilayah Muratara. Pasalnya, beberapa hari yang lalu sempat mencuat pernyataan dari anggota DPRD Muratara yang dianggap tidak sesuai, sehingga menyinggung perasaan semua awak media.
“Hari ini kami sengaja mengundang rekan – rekan media berkumpul untuk menjalin hubungan baik dengan para media. Kami seluruh anggota dewan dan saya selaku ketua DPRD, meminta maaf yang sebesar – besarnya atas kekhilafan dari anggota kami Edi Sukamto, yang menulis komentar di media sosial Face Book ( FB) soal menyinggung media,” Kata Efri saat melakukan mediasi bersama sejumlah awak media, Senin (14/8)Pk. 13.00 Wib di RM Sederhana Kab Muratara.
Menurut dirinya, Peranan media sangatlah penting sebagai wadah informasi masyarakat dan promosi pembangunan di suatu daerah tersebut, karena wilayah Muratara merupakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga semua awak media diperkenankan untuk melakukan peliputan sesuai dengan kaidah jurnalistik dan UU Pers yang berlaku.
“Kami lembaga DPRD Muratara mohon dimaafkan, memang tadi yang bersangkutan menghubungi untuk difasilitasi. Jadi catatan untuk seluruh anggota DPRD, jika menulis statement di media sosial harus pikir-pikir dulu, kita sama saja semuanya tidak ada bedanya,” Jelas Efri.
Sementara itu di tempat yang sama, Edi Sukamto anggota DPRD Muratara mengatakan, Dirinya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh awak media cetak maupun elektronik, atas Statetment nya di media soaial FB tersebut sehingga membuat para media tersinggung..
“Tidak ada maksud di hati saya untuk menyudutkan media tertentu. atas nama pribadi, saya mohon maaf atas kekeliruan dan ke hilafan saya,” Jelas Edi.
Sebelumnya, kasus ini mencuat gara – gara statementnya di FB yang isinya ajakan kepada masyarakat asli Muratara untuk bersatu dan mengawali kinerja pemerintah Muratara untuk mengedepankan kepentingan rakyat setempat, agar PAD dan APBD Muratara bisa dinikmati masyarakat lokal.
“Tolong diusirkan media yang datang dari luar, tidak berdomisili di Muratara, apa lagi kantornya tidak ada di Kabupaten, kita wajib rakyat ngusirnya,” tulisnya.
Statement anggota DPRD tersebut, dianggap terlalu rasis dan berbau kesukuan, sehingga banyak mendapati beragam tanggapan dari masyarakat.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Muratara, Aminurahman menuturkan, pihaknya bisa memaklumi apa yang sudah disampaikan oleh ketua DPRD Muratara, terkait komentar yang ditulis Edi Sukamto di media sosial FB tersebut.
Menurut Dirinya, peranan media sangat dibutuhkan dalam meningkatkan pembangunan di segala bidang, bahkan fungsi media hampir sama dengan fungsi DPRD, yakni melakukan pengawasan pembangunan yang dilakukan pemerintah sekaligus sebagai wadah suara rakyat. Artinya, harus ada sinergi antara DPRD dengan media masa.
“Kita bisa memaklumi apa yang sudah terjadi, tapi yang jelas yang bersangkutan dan secara resmi DPRD Muratara sudah meminta maaf atas kesalahan itu. Kami sangat menerima hubungan baik ini, untuk ke depannya, kita harapkan tidak ada lagi kejadian seperti ini,” Pinta Aminurahman. ( Editor Elan )








