Laporan Meida Sari
PALEMBANG, Jodanews – Kepala Divisi Humas Polri sekaligus Kepala Satgas Pangan Polri, Irjen Pol Drs Setyo Wasisto bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Dendy R. Sutrisno mendatangi Polda Sumsel, Jumat (28/7/2017).
Kedatangan salah satu petinggi Polri ini dalam rangka menggelar konferensi pers Divisi Humas Polri terkait maraknya pemberitaan tentang beras oplosan yang selama ini banyak ditemukan. Baik itu di ditemukan di daerah Semarang maupun Solo.
Dalam pres releasenya, Kadiv Humas, Setyo menyampaikan selama dua bulan belakangan ini berdasarkan hasil dari analisa pihaknya banyak menemukan kasus beras. “Dua bulan ini banyak kita temukan masalah beras yang kita temukan. Seperti beras yang dioplos, beras dicuci dan lain sebagainya, ” ujarnya.
Bahkan tercatat selama dua bulan tersebut setidaknya telah ditemukan sekitar 40an kasus beras yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, Kapolri mengundang pihak-pihak terkait dengan masalah beras untuk membahas masalah ini. “Seperti temuan di Sumsel, gudang bulog di Lahat ditemukan beras dugaan oplosan. Yakni beras pengadaan 2016 yang tak layak dikonsumsi lagi dioplos dengan beras pengadaan 2017, ” ungkap dia.
Masih dikatakan Irjen Setyo, dengan Adanya dugaan penemuan beras oplosan yang ada di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan ini sangat menjadi perhatian khusus bagi Mabes Polri. Oleh karena itu, saya langsung datang ke Sumatra Selatan untuk melihat langsung kualitas beras yang diamankan Polda Sumsel. Setelah melihat beras tersebut dirinya pun cukup terkejut.
“Ini berasnya sudah pecah-pecah seperti ini, kok bisa sampai ke masyarakat, Ia juga mengatakan wajar saja kalau beras seperti ini menjadi keluhan warga dan dilaporkan ke polisi.” ujarnya, Jumat (28/7/2017) saat mengecek langsung di Polda Sumsel.
“Saya juga kalau menerima beras seperti ini pasti tidak akan diterima, saya pun akan mengembalikannya, ” tegasnya.
Pihaknya berjanji akan mengusut tuntas kasus ini. Akan tetapi saat ini dari pihak Polda Sumsel tengah memeriksa saksi-saksi yang ada. Setidaknya sudah ada delapan orang yang diperiksa, lima orang dari pegawai bulog dan tiga orang itu warga sipil.
“Kita dalami dulu. Saat ini tim Polda Sumsel sedang menguji beras tersebut.
Lanjut dia, saat ini tim Polda Sumsel sedang memeriksa delapan orang, lima diantaranya pegawai bulog dan tiga lainnya warga sipil.
Saat ini, kita masih belum bisa menetapkan kedelapan orang tersebut sebagai tersangka, karena masih akan menunggu hasil dari labfor terlebih dahulu. “lihat nanti ya apa hasilnya. Jika bersalah ya nanti pasti kita tindak tegas, kita tidak pandang buluh siapapun itu, ” tegasnya. (Editor Jon Heri)








