Laporan Hasan Basri
PALEMBANG, Jodanews – Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi di tingkat Sumatera Selatan berakhir sudah kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah guna meningkatkan mutu pendidikan dan berkualitas, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan pemilihan guru dan tenaga kependidikan dan berdedikasi tingkat provinsi Sumsel.
Pemilihan guru dan tenaga pendidikan berprestasi diikuti sebanyak 131 guru tingkat Taman Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA/K) se Sumsel.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Drs. Widodo, M.Pd mengatakan, pemerintah serius melakukan pembinaan tenaga kependidikan untuk peningkatan kualitas dan mutu. Pihaknya benar-benar ingin mendapatkan SDM yang memang berjuang untuk kemajuan pendidikan di Sumsel. “Bukan tidak mungkin, kita ada pertimbangan bagi guru dan tenaga pendidikan yang berprestasi akan dipromosikan,” kata Widodo disela acara pemilihan guru dan tenaga pendidikan di Swarna Dwipa, Rabu (12/07).
Ia juga berharap, guru dan tenaga pendidik tetap konsisten membenahi pendidikan untuk lebih baik. Makanya melalui pemilihan ini guru dan tenaga pendidik harus menciptakan siswa yang berprestasi juga. “Jadi guru yang berprestasi akan menciptkan siswa yang berprestasi. Maka dari itu guru tersebut akan kita tempatkan di sekolah yang terbaik,” akunya.
Setiap guru dan tenaga pendidik yang menang mendapat penghargaan seperti, piagam dan uang berupa tabungan. Dan untuk kepala sekolah yang mendapatkan juara 1 akan diikutkan lomba ketingkat nasional pada bulan Agustus nanti. “Hasil penilaian dan hasil pengemat mulai dari 9-12 Juli. Untuk kepala sekolah yang menang akan diikutkan lomba ketingkat nasional pada bulan Agustus nanti,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Gelumbang Agusviansyah SP, M.Si yang terpilih sebagai Kepala Sekolah Berprestasi mengatakan, Dia bertekad akan memperbaiki kekurangan yang dilontarkan tim penilai sewaktu seleksi Pemilihan Kepala Sekolah Berprestasi, 9-12 Juli kemarin. “Sebetulnya portofolio sudah baik tinggal beberapa hal yang belum tersusun rapi, salah satunya piagam siswa. Oleh karena ini, kesempatan menjelang tingkat nasional ini akan kita perbaiki dengan membentuk team work di sekolah,” katanya.
Sebetulnya, sambung pria berperawakan tinggi ini, pemilihan kepala sekolah berprestasi di lihat dari inovasi selama memimpin di sekolah. Khusus SMAN 1 Gelumbang, dia sudah menerapkan Gerakan Literasi Sekolah dan pengembangan seni. Seperti Gerakan Literasi Sekolah, dia sudah menerapkan 15 menit sebelum belajar, siswa dan guru diharuskan membaca buku yang ada di pojok baca. Meski di bidang akademik belum terlalu menonjol, program ini justru memacu siswa untuk mengikuti lomba karya tulis di berbagai kesempatan. “Di bidang akademik, kami baru peringkat tiga terbaik di tingkat Muara Enim,” katanya.
Sementara program pengembangan seni, Agus lebih mendapat apresiasi baik dari pemerintah pusat. Salah satunya, SMAN 1 Gelumbang termasuk dari enam sekolah di Indonesia yang mendapatkan bantuan studio dari pemerintah pusat. “Pada intinya, program sekolah yang kita buat untuk mengakomodir potensi siswa agar bisa mengembangkan minat dan bakat. Oleh karena itulah, Visi SMKN 1 Gelumbang berprestasi bukan berpartisipasi,” pungkasnya. (Editor Jon Heri)








