Laporan Abiyasa/Kodim0734
Yogyakarta,Jodanews- Komandan Kodim (Dandim) 0734/Yogyakarta Letkol Inf Rudi firmansyah, S.E.,M.M, mengahadiri kegiatan dialog interaktif dalam rangka Hari Lahir Pancasila. Acara yang diselenggarakan di Warong Kopi Rembug, Jl. Veteran No 148, Kota Yogyakarta. Minggu Malam (05/06/17).
Seminar kebangsaan yang bertema ” Membincangkan Sejarah, Dan Masa Depan Bangsa Indonesia”. Acara yang dihadiri oleh Dr. Sukamta sebagai anggota DPR Ri dapil Yogyakarta dan ustad Yasir, serta 60 orang dari kalangan masyarakat pelajar dan mahasiswa yang ada di Kota Yogyakarta.
Sebagai nara sumber Dandim 0734/Yogyakarta Letkol Inf Rudi firmansyah disambut dengan penuh antusias dan penuh kegembiraan, hal tersebut nampak di raut wajah para masyarakat mahasiswa dan pelajar tepuk tangan yang mengikuti materi yang disampaikan oleh Dandim 0734/Yogyakarta. Dalam uraiannya Dandim mengajak para auden untuk menjadi manusia yang cerdas untuk menyongsong masa depan yang cerah dan lebih baik.
Selain itu Letkol Inf Rudi firmansyah juga menyapaikan dimana Proxy War merupakan perang salah satu pihak yang memiliki kepentingan dan menggunakan pihak ketiga atau kelompok yang digunakan sebagai alat untuk berperang melalui aspek politik, ekonomi, sosial dan budaya. Semua itu dilakukan semata-mata untuk kepentingan pihak tertentu atau negara tertentu. Hal tersebut didasari oleh keinginan untuk menguasai sumber-sumber kehidupan yang dapat menopang kesejahteraan suatu negara, baik itu sumber energy, pangan dan juga sektor-sektor lain yang dianggap dapat menguntungkan.
Lebih lanjut Letkol Inf Rudi firmansyah, S,E.,M.M. mengatakan bahwa perang masa depan adalah perang memperebutkan, makanan (pangan) air dan energi, itu semuanya ada di negara kita dan di negara-negara yang dilalui garis khatulistiwa dan di akhir ceramahnya Dandim mengajak untuk berbuat terbaik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat serta bangsa dan negara dan menciptakan lapangan kerja, jangan malah menambah pengangguran, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus bangga bisa mengenyam pendidikan sampai ke jenjang perguruan tinggi, negara Indonesia adalah negara kepulauan yang bermacam-macam suku bangsa, ras, agama, bahasa dan kebudayaan yang di bingkai dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang di satukan Bhineka Tunggal Ika di dalam tubuh Pancasila,” ujar Dandim.(Editor Jon Heri)







