Home HL Usai Pulang Dari Kebun, Rendi Tewas Tersambar Petir Di Jembatan Gantung

Usai Pulang Dari Kebun, Rendi Tewas Tersambar Petir Di Jembatan Gantung

200
0

Laporan Zoel

MUARA ENIM, Jodanews – Usai dari kebun dan hendak pulang kerumah, Rendi bin Holidin (22), warga Desa Ujan Mas lama Kampung VI Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Muara Enim, harus merenggang nyawa di jembatan gantung, akibat tersambar petir saat pulang kerumah bersama ayahnya, Jumat (5/5).

Holidin ayah korban mengatakan, saat itu saya dan Rendi mau pulang kerumah,  Berboncengan memakai kendaraan sepeda motor. Setelah mau melewati jembatan gantung saya turun dari motor. Dan anak saya berguyur berjalan meniti jembatan gantung dengan sepeda motor sambil membawa muatan balam atau karet hasil dikebun dengan jarak 100 meter ia dididepan saya.

Ketika ditengah tengah jembatan gantung, tiba tiba ada kilat petir yang langsung menyambar ke bagian belakang kepala anak saya, sehingga rambut kepala bagian belakang rendi habis dan gosong, saya pun langsung bergegas lari ke depan mendekatinya.

Waktu itu posisi rendi anak saya, masih diatas motor dengan tangan kiri memegang seling jembatan gantung. Sudah tak bernyawa lagi, untung saja tubuh anak saya tidak jatuh kesungai dari jembatan gantung.

“Saya pun panik , saat kejadian tidak ada warga yang keluar di jembatan. Selang beberapa menit sambil saya mengangkat tubuh Rendi  hendak menyeberang jembatan gantung barulah ada warga kampung V bernama Insa dan segera memanggil masyarakat lainnya untuk menolong mengangkat tubuh anak saya untuk dibawak kerumah,”ungkapnya.

Lebih Lanjut Holidin mengatakan bahwa Rendi (anak saya) ini tulang punggung dari keluarga yang rajin membantu kedua orang tua dalam mencari makan sehari hari, dimana anak saya ini tiga bersaudara dan anak yang ke tiga alias anak bungsu . Minggu minggu ini tidak ada tingkah laku keanehan anak saya, yang seakan akan meninggalkan ulah.

“Harapan saya mohon kepada pemerintah untuk dapat memberikan bantuan serta doanya agar almarhum anak saya ini diterima disisi ALLAH.”pungkasnya.

Ketika malam sabtu, sekitar pukul 21.00 wib, jodanews.com bersama rekan media lainnya, mengunjungi rumah korban, tampak suasana keluarga korban masih dalam keadaan berduka, ditambah warga yang datang kerumah membacakan surat yasin untuk almarhum rendi, yang dipimpin oleh kades beserta kadus lainnya. (Editor Jon Heri).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here