Laporan Khaliq
PALEMBANG Jodanews – Kota Palembang Siap Menyelenggarakan Asian Games 2018, Secara Infrastruktur maupun Culture Budaya Kota Palembang sudah siap menyelenggarakan event berskala Internasional seperti Asian Games Tahun 2018 mendatang.
Demikian dikatan para narasumber pada acara Seminar Bersama Dengan mengusung tema
“Membedah Kesiapan Kota Palembang Menghadapi Asian Games 2018”, Bertempat di Hotel The 101 Jalan Rajawali No 18, 9 Ilir Kecamatan IT II Kota Palembang. Rabu (24/5)
Para pemateri yang dihadirkan pada acara tersebut, seperti pengamat hukum dan politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof dr Al Fitri, Dekan Fakultas Hukum Unsri, Dr Febdian serta wartawan senior di Kota Palembang, Maspril Aries serta dihadiri para mahasiswa dari Unsri, Poltekkes, UMP, stikes UMP, PGRI dan UIN Raden Fatah Palembang.
Pengamat hukum dan politik dari Unsri, Prof dr Al Fitri mengatakan, Kota Palembang sangat beruntung, kenapa beruntung, karena pernah mengadakan event-event besar baik skala nasional maupun Internasional seperti, PON, Sea Games, Asean Solidarity Games dan event lainnya. Kota Palembang juga sudah berpengalaman dari segi Infrastruktur yang dikebut dengan persiapan yang matang.
“Ini adalah pengalaman sosial, kita harus bangga dengan Palembang yang memiliki JSC yang terlengkap di Nusantara,” ujar Prof Al Fitri.
Ia melanjutkan, kondisi masyarakat palembang sudah teruji dengan menerapkan konsep masyarakat terbuka karena masyarakatnya menerima wisatawan yang datang. Meskipun agak membandel, namun masih tetap tertib sampai masyarakat level bawah.
Selain masyarakatnya tertib menurut Prof Al Fitri masyarakatnya juga santun dengan keramah tamahannya. baik dari segi Culture Budaya maupun hold pembangunan infrastruktur.
“Secara sosial Palembang sudah siap, namun faktor budaya Palembang masih belajar dengan Smart digital seperti penggunaan LRT, masyarakat awam harus banyak belajar untuk perkembangan setelah Asian Games tentunya. Kita harus mengoptimalisasikan sumuanya serta mendorong masyarakat palembang di semua Level, karena akan mengalami perubahan budaya ke era Digital,” ungkapnya.
Dekan Fakultas Hukum Unsri, Dr Febrian mengatakan, suka atau tidak suka kesiapan dari suatu Event harus dilihat dari kepala Daerahnya, baik dari Bupati, Walikota dan Gubernur, Namun semuanya harus konsisten dengan programnya dan berdampak kepada Masyarakat.
“Demi menyambut Asian Games infratuktur harus siap demi menyambut para tamu undangan seperti fasilitas air. Pemerintah harus menyiapkan sumber air yang siap minum bukan siap pakai, ini dianggap penting, karena air bersih sangat dibutuhkan di kehidupan sehari-hari. Namun ini hanya contoh kecilnya saja,” jelasnya.
Masih dikatakan Dr Febrian, inilah sebuah pembelajaran besar dengan gerakan sholat shubuh berjamaah dan gotong royong, demi penyelenggaraan asian games bisa meningkatkan sebuah pendewasaan kepada masyarakat. Membentuk kaum intelektual seperti kaum muda untuk mensosialisasikan dan membentuk masyarakat agar siap menerima event besar tingkat dunia.
Dijelaskannya, pembangunan Kota Palembang itu harus dengan pemerataan. Bisa dengan percepatan proses, masyarakan dan penekanan hukum harus bertindak tegas demi mengurangi resiko yang tidak diinginkan.
” Jadi Kota Palembang sudah siap menyelenggarakan event sekelas Asian Games, karena program pemerintahnya yang menyentuh langsung kepada masyarakat, namun ini harus dilakukan dengan konsisten guna menghindari kekeliruan saat mendekati penyelenggaraannya nanti,” tuturnya.
Sementara, salah satu jurnalis senior di Kota Palembang, Maspril Aries mengatakan, program Pemerintah Kota dalam menyambut Asian Games sudah baik, karena meningkatkan kualitas kerja serta memperbanyak tempat wisata, baik wisata keluarga maupun wisata religi.
Dengan dikombinasikan program sholat Shubuh berjamaah dan gotong royong sangat bersifat positif untuk Kota besar seperti Palembang, namun semuanya ini harus tetap konsisten karena menyangkut kebersihan
“Pariwisata di Sumsel khususnya di Kota Palembang ini sedang miningkat, namun hal ini butuh SDM untuk meningkatkan bahasa bagi masyarakat Kota Palembang untuk menyambut para turis nantinya,” imbuhnya.
Dilanjutkannya, Kota Palembang mempunyai edintitas dan hal ini bisa dijadikan spirit untuk membangun Sumsel khusunya Kota Palembang.
“Dengan olahraga bisa meningkatkan dan memicu kesejahteraan kepada masyarakat dan bisa mempromosikan suatu daerah apalagi menyelenggarakan event Internasional,” tandasnya.
Diakhir acara ada pembagian hadiah yang diberikan pemateri berupa buku untuk membudidayakan membaca oleh jurnalis senior Maspril Aries kepada lima mahasiswa yang melontarkan pertanyaan. Bukunya berjudul “Sumsel Selamatkan Wajah Indonesia” yang diterbitkan sendiri oleh Maspril Aries.
Sedangkan satu buku edisi khusus yang diberikan oleh Prof Al Fitri untuk mahasiswa yang dinilai mempunyai pertanyaan menarik. Bukunya berjudul “Resolusi Konflik Berbasis Kearifan lokal” hasil riset dan penilitian sendiri oleh Prof Al Fitri yang diterima oleh Daud Yunus dari Poltekkes Palembang. (Editor Jon Heri)








