Laporan Ofie
PALEMBANG, Jodanews – Setelah mengguncang Medan sebagai pembuka festival Suryanation Motorland 2017 dengan hadirnya 10.000 ribu pecinta otomotif roda dua, kali ini Palembang menjadi kota kedua perhelatan SML 2017 yang diadakan di lapangan PTC Mall. Event yang sarat dengan custom culture ini khusus diadakan untuk pelaku dan penggiat yang antusias dengan motor kustom untuk berkumpul, berkolaborasi dan menampilkan karya terbaik mereka.
Ari Kusumo Wibowo, Brand Manager Surya menjelaskan tema Suryanation Motorland 2017 “Collaboration Brings Perfection” dimana para pelaku dan penikmat dunia custom bisa berkolaborasi dan menghasilkan sebuah karya yang sempurna.
“Melihat antusiame peserta custom bike contest di Palembang tahun lalu dan makin bergairahnya dunia kustom disini, kami yakin peserta custom bike contest kali ini juga akan meningkat, sementara Content utama yang akan dipertandingkan di Custom Bike Contest untuk tahun ini antara lain Street Cub/Choppy Cub, Cafe Racer,Chopper/Bobber, Scrambler/Tracker, Chopper/Bobber, Scrambler/Tracker, Sport FFA, Matic Custom, Free for All dan Exhibition Class ,” tambah Ari.
Tahun ini, Special Awards akan diberikan kepada Best Collaboration Concept yang merupakan kelas baru di tahun 2017 dimana pada proses penggarapan hasil karyanya melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu syaratnya adalah motor custom yang mengikuti kontes harus dikerjakan oleh minimal 3 builder. Pada tahun ini juga ada dua konten baru yaitu Pinstripe Battle dan Stunt Ride Competitionn dengan juri Rio Bronx dari Bronx Kustom Painting dan juga freestylerprofesional yaitu Reza SS.
Ketiga juri nasional yang nantinya akan menilai motor-motor yang mengikuti Custom Bike Contestyaitu Bimo Hendrawan (Bimo Custombikes Jakarta), Tommy Dwi Jatmiko (Mastom Custom Jakarta) dan Lulut Wahyudi (Retro Classic Cycle Yogyakarta). Ketiganya berhak menentukan pemenang dari setiap kelas dan juga mencari best of the best Palembang untuk bersaing dengan best of the best di 7 kota lainnya di penghujung acara event Big Bang Suryanation di Surabaya 11-12 November 2017.
Salah satu Iconic Bike dengan basis motor Moto Guzzi V7 II Stone kembali hadir yang merupakan hasil karya kolaborasi dua pemenang Best Region Custom Bike Contest Suryanation Motorland 2016 yaitu: Achmad Setya Dharma (pemenang Suryanation Motorland Medan) dan Dian Tito (pemenang Suryanation Motorland Palembang) dengan mendapatkan arahan dari mentor Bimo Hendrawan.
Berbagai jenis apparel custom juga hadir pada festival event kali ini seperti: Wayout, FourspeedMetalwerks, Trooper Helmet, Kickstart Apparel dan juga official artworker: Wawan Junx, Wisnu Customizer, Cetul Leather Art, dan Anneke FitriantiPetrichor Tattoo. Sementara pengunjung dihibur oleh Elo dan BIP Band melalui pertunjukan musik mereka yang ditunggu-tunggu. Tidak ketinggalan juga hadirnya Rolling Thunder dan Pop Up Booth pada gelaran event kali ini.
Turing Suryanation ride yang bertujuan untuk menyambangi builder dan komunitas motor yang ada di Palembang sekaligus mengajak mereka menghadiri perhelatan akbar Suryanation Motorland 2017 kali ini telah menempuh jarak sejauh 380 km yang dimulai dari Kota Bengkulu, Kota Pagar Alam – Curuk Maung – Lahat – Bukit Barisan – Muara Enim – Prabumulih dan berakhir di kota Palembang. Kawasan Bukit Barisan menawarkan trek yang menantang bagi 10 riders yang di-support oleh Moto Guzzi Indonesia terdiri dari salah satu juri yang merupakan builders nasional sekaligus mentor Iconic Bike Bimo Hendrawan, Franky Mori Astorianto dari Yasashii Garage (Bandung), selebritis Bucek Deep dan Edwin Bejo serta 2 pemenang kuis di social media Suryanation Motorland 2017 yang berasal dari Palembang yaitu Abda Wijaya dan Andrian Saputra.
“Banyaknya konten acara pada penyelenggaraan Suryanation Motorland ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada penikmat dunia kustom sehingga mereka dapat mengetahui perkembangan scene custom lokal yang saat ini terus berkembang. Selain itu kami juga berharap event ini menjadi salah satu sarana edukasi mengenai dunia custom,” tutup Ari.(Editor Jon Heri)








