Home HL Dari 17 Narapidana yang Kabur 8 Berhasil Ditangkap

Dari 17 Narapidana yang Kabur 8 Berhasil Ditangkap

131
0

Laporan : Meida Sari

PALEMBANG,Jodanews -Heboh Warga binaan dan tahanan yang berada di blok E narkoba kamar 9 yang berisikan 28 orang dan 17 orang berhasil kabur. ternyata setelah di introgasi sudah seminggu merancanakan tersebut. Hanya dengan menggunakan gergaji besi yang diperoleh dari pembesuk dan tiga sarung yang disambung, 17 orang berhasil keluar dari dalam kamar setelah memotong terali besi di dekat kamar mandi. Dan Sisanya tidak ikut kabur, karena hukuman mereka tidak melebihi dua tahun.
Berdasarkan dari informasi yang berhasil didapat, bila warga binaan yang memimpin pelarian ini adalah Ujang (42) yang divonis 11 tahun penjara membahas untuk melarikan diri dari dalam tahanan. Ujang mengutarakan kepada penghuni yang ada untuk memotong terali besi yang ada di kamar mandi Blok E 9. Dari, gagasan tersebut hanya direspons 17 penghuni, sementara untuk 11 orang penghuni yang rata-rata tinggal menjalani masa tahanan kurang lebih 1 tahun menolak dengan alasan mereka sebentara lagi keluar.
11 orang yang menolak untuk kabur, tidak dipaksa Ujang. Akan tetapi, 11 orang ini tidak boleh membocorkan rencana pelarian dengan petugas Rutan Klas I Pakjo Palembang dan penghuni blok lainnya. Bila diketahui dari 11 orang tersebut membocorkan rencana pelarian mereka, maka mereka akan ditusuk menggunakan sebilah besi kipas angin yang telah ditajamkan.
Ternyata, dari kesepakatan itulah, Ujang meminta agar Pirlu menyiapkan gergaji besi saat keluarganya datang membesuk. Setelah memperoleh gergaji besi, barulah rombongan ini melaksanakan rencana pelarian mereka. Sekitar pukul 24.00 Wib, secara bergantian memotong terali besi yang ada di dekat kamar mandi.”Mereka ini kabur dengan menjebol terali besi di dalam kamar. Setelah terali dijebol, dengan menyambungkan tiga kain sarung mereka memanjat dinding kamar setinggi 5 meter. Namanya orang mau kabur, besar jendela terali hanya berukuran 30 × 40 cm tetap bisa dilewati,” ujar Kakanwil Kemenhumham Sumsel, Sudirman saat ditemui di depan Rutan Klas I Pakjo Palembang, Jumat (26/5/2017).
Usai berhasil memotong terali besi secara bergantian, Ujang yang menjadi koordinator pelarian menjadi orang pertama memanjat dinding kamar. Barulah Pirli serta 15 tahanan lainnya secara bergantian memanjat dinding kamar. Setelah 17 orang tahanan berhasil keluar melalui terali besi yang dipotong, mereka memanjat pagar Rutan dekat Blok E kamar 9 dengan cara merangkai tiga kain sarung. Meski ada rangkaian kawat berduri di atas pagar, mereka tetap nekat untuk melewatinya agar tetap bisa kabur. “Petugas sudah melakukan pengecekan, tetapi keadaan seperti biasa. Tetapi, dua jam melakukan patroli kembali ternyata ada orang yang melompat dari atas pagar. Sehingga, langsung dilakukan penangkapan terhadap para tahanan yang lari,” jelas Sudirman. Dengan menghubungi Markas Arhanud, Rutan Pakjo Palembang langsung diamankan. Selain itu, pihak Rutan juga melakukan koordinasi dengan Polresta Palembang dan polsek jajaran untuk melakukan penangkapan terhadap para tahanan yang teah berhasil kabur. Dari 17 tahanan yang kabur, sebanyak delapan tahanan berhasil diamankan dari beberapa tempat yang berbeda. Ada tahanan yang kabur dan berhasil ditangkap mengalami patah pinggang dan tidak dapat pergi jauh dan ada pula yang ditembak pada bagian kakinya karena berusaha tetap kabur ketika akan dilakukan penangkapan. “Mereka yang kabur dan berhasil ditangkap, sudah dimasukkan ke dalam ruang isolasi sebagai hukuman. Selain itu, hak-hak mereka juga dicabut seperti remisi 17 Agustus, remisi khusus lebaran semuanya dicabut,” jelasnya. Langkah-langkah yang diambil pihak Rutan klas I Palembang untuk melakukan pengejaran terhadap sembilan orang yang belum tertangkap, menurut Sudirman pihaknya telah membentuk tim pencarian. Selain itu, melakukan koordinasi dan meminta bantuan kepada Polda Sumsel dan Polresta Palembang serta seluruh Polsek untuk melakukan pencarian dan penangkapan kembali terhadap narapidana yang melarikan diri. Tak hanya itu, upaya yang dilakukan juga menghubungi pihak keluarga dari tahanan yang lari untuk memberikan informasi atau melaporkan bila mereka kembali ke rumah. Namun, belum diketahui sembilan tahanan yang kabur ini lari ke wilayah mana dan masih dilakukan pengejaran. “Yang kabur ini ada yang sudah menjadi warga binaan dan ada juga yang masih berstatus tahanan. Bila ada informasi yang kabur salah satunya bandar besar itu tidak benar, yang kabur hanya pengedar dan kurir narkoba,” pungkasnya. Ditempat terpisah, Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto menuturkan, pihaknya telah mengerahkan anggota untuk melakukan mengejar terhadap para narapidana yang melarikan diri dari Rutan Klas I Pakjo Palembang. “Saya sudah perintahkan Kapolresta untuk menyelidiki sipir rutan tersebut perihal penyebab melarikan diri para narapidana. Bila memang ada unsur kesengajaan, maka proses hukum akan diberlakukan. Namun, bila ada kelalaian, nanti akan dikembalikan ke Kemenhumham,” ujarnya. Dari 17 tahanan yang melarikan diri, delapan sudah ditangkap dan sembilan masih diburu. Untuk melakukan pengejaran, semuanya ditangani Polresta Palembang. Namun, sebelumnya belajar dari ratusan napi yang melarikan diri di Pekanbaru, dirinya pun sudah mengumpulkan seluruh Kepala Lapas di Sumsel untuk memperketat penjagaan di Lapas dan Rutan. “Saya ingatkan Kapalas untuk selalu mengecek CCTV. Bila penerangan ada yang kurang harus segera dilengkapi hingga sistem memberi makanan sampai teknis lainnya sudah saya ingatkan. Namun, bila ada kejadian seperti ini Polisi siap membantu,” pungkas Agung. (Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here