Laporan Meida Sari
PALEMBANG, Jodanews – Anggota buser Polsek Ilir Timur (IT) I Palembang, berhasil menangkap terduga copet yang sering beraksi di Kawasan Pasar 16 Ilir Palembang dengan cara menyamar menjadi seorang ibu-ibu, Jum’at (14/4/2017) siang.
Kapolsekta IT I Palembang, Kompol Rivanda, saat dikonfirmasi terkait ada anggotanya yang melakukan penangkapan terhadap terduga copet di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang, membenarkan adanya anggota kita sengaja melakukan penyamaran di Pasar 16 Ilir dan berhasil mengamankan seorang terduga copet inisial Y di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang.
Namun, untuk saat ini, dikatakan Rivanda, pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan dan pengembangan termasuk dengan mencari barang buktinya. “Anggota masih melakukan pengembangan termasuk juga mencari barang buktinya yang lain,” terangnya.
Dikatakan Rivanda, penyamaran yang dilakukan anggotanya itu memang sengaja dilakukan untuk mencari para pelaku copet yang sering meresahkan masyarakat yang berbelanja. Karena pelaku kerap beraksi di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang.
“Anggota kita sengaja menyamar sebagai ibu-ibu dengan menggunakan baju karena mengingat ibu-ibu memang yang banyak menjadi korban sasaran dari pelaku pencopetan,” ungkapnya.
Penyamaran yang dilakukan pihaknya tersebut, masih dikatakan Rivanda, tidak hanya menargetkan kepada terduga copet inisial Y ini saja melainkan, kepada seluruh pelaku copet di kawasan Pasar 16 Ilir yang namanya sudah ada dalam daftarnya.
“Jadi pas melakukan penyamaran tadi, kebetulan anggota kita berhasil melihat terduga copet inisial Y ini yang namanya memang juga sudah ada dalam daftar kita sebagai pelaku copet,” tuturnya.
Rivanda juga mengatakan, penangkapan terhadap terduga pelaku copet Y ini dilakukan juga berdasarkan dari pengembangan dari pelaku copet lainnya yang telah terlebih dahulu berhasil diamankan.
“Beberapa hari sebelumnya, kita juga telah mengamankan dua orang pelaku copet, bernama M Ali (27) dan Bambang Irawan (28). Dan dari pengembangan itulah, diketahui rekan-rekannya yang lain yang masih DPO termasuk salah satunya inisial Y ini,” katanya. (Editor Jon Heri)








