Laporan Meida Sari
PALEMBANG, Jodanews – Akibat melakukan aksi kejahatan banjing loncat dikawasan Pangeran Ratu 15 ulu diketahui petugas, akhirnya kedua pelaku yakni Yongki (21) bersama Rendi (25) harus merasakan timah panas anggota Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Satuan Reserse Krim​inal (Satreskrim) Polresta Palembang.
Bahkan, keduanya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kaki tersangka lantaran mencoba untuk kabur serta melawan petugas kepolisian yang sedang melakukan penangkapan di kediamannya masing-masing, Selasa (4/4/2017) sekitar pukul 09.00 Wib.
Bahkan tersangka yang terakhir kali komplotan Rendi Cs sudah sering melancarkan aksinya. Terakhir, kawanan ini menggasak mobil pick up di Jalan Pangeran Ratu, Kecamatan SU I Palembang, Senin (3/4/2017) pukul 13.00 Wib.
Dari mobil milik Delfiyusmarnis (50) warga Kecamatan Tulung Selapan, Kecamatan Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel ini, kedua pelaku berhasil membawa kabur satu kardus berisi sepatu dan satu karung sandal jepit.
Setelah berhasil, pelaku kemudian menjual barang hasil curian tersebut kepada seorang penadah yang diketahui bernama Suryana (39) Warga Jalan KH Wahid Hasyim, Lorong Semeru, Kecamatan SU I Palembang.
Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Tekab Ipda Daniel mengatakan, penangkapan kedua pelaku bermula dari adanya informasi masyarakat tentang adanya transaksi jual-beli barang curian.
Kemudian, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pembeli barang curian berinisial SR dari hasil pengembangan petugas mengantongi nama-nama para pelaku bajing loncat. Namun, saat dilakukan penangkapan keduanya mencoba melawan dan terpaksa dilakukan tindak tegas.
“Modus operandi yang digunakan kedua tersangka dengan cara menggiring mobil korban dari arah Jembatan Ampera. Lalu, setibanya di TKP seorang pelaku langsung menaiki bagian belakang mobil. Untuk barang bukti kita mengamankan satu karung sandal jepit dan satu kardus sepatu. Keduanya akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara,”tegas Daniel.
Sementara itu, tersangka Rendi mengaku, kalau ia nekat menjadi bajing loncat lantaran tidak mempunyai pekerjaan dan uang untuk makan sehari-hari.
“Saya membawa motor, teman saya itu tugasnya mengambil barang. Saya bekerja bangunan, tetapi sekarang sudah tidak ada lagi bekerja, makanya saya mau menjadi bajing loncat. Uangnya sudah saya kasihkan dengan istri,”katanya. (Editor Jon Heri)








