Home HL SMKN 2 Muara Enim Berencana Kejar Predikat Sekolah Rujukan

SMKN 2 Muara Enim Berencana Kejar Predikat Sekolah Rujukan

139
0

Laporan Zoel

MUARA ENIM, Jodanews – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Muara Enim, yang dikenal dengan Sekolah Adiwiyata Mandiri sejak kepemimpinan Burhanudin SP.M.Si, kini ingin berencana mengejar predikat sekolah rujukan, saat ditemui di sekolah, senin (13/3/2017).

Kepala SMKN2 Muara Enim Burhanudin SP.M.Si Pentolan Seorang Sarjana Pertanian ini mengatakan, dirinya dan seluruh staf dewan guru bersama siswa/i sedang berjuang keras untuk bersama-sama menjadikan SMKN 2 sebagai sekolah rujukan.

“Saat ini kita sedang mengupayakan menjadi sekolah rujukan, untuk memimpin Sekolah aliansi, yang akan membina minimal 4 SMK di Kab.Muara Enim antara lain yaitu SMK Proklamasi, SMK PGRI, SMK Handayani, dan SMKN 1 Benakat, “ungkapnya.

Lanjutnya, SMKN 2 Muara Enim menjadi salah satu nominasi SMK rujukan yang mempunyai VISI dan MISI Menjadi SMK Percontohan bagi SMK yang lain berbasis keunggulan lokal yang beriman dan bertakwa serta mampu bersaing diera Global.

“Untuk menjadi Sekolah Rujukan, ada 6 hal yang harus di perhatikan yaitu, Pelayanan SMK , manajemen SMK, proses pembelajaran, sarana dan prasarana, lulusan berdaya saing tinggi, sebagai pusat pelatihan.

Kini kita pihak Sekolah terus menciptakan hal yang baik untuk mencapi semua hal yang di perlukan dalam mencapai target Sekolah Rujukan.

“Sebagian sudah terlaksana, tinggal tunggu penetapan dari dari Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Selabjutnya SMKN 2 Muara Enim inj juga menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri. Kegiatan yang dilakukan berupa Pengolaan sampah Organik menjadi kompos, serta Pemanfaatan barang bekas.

Saat ini kita berharap kepada Pemerintah Provinsi untuk lebih memperhatikan lagi tentang kejelasan hukum, karena SMA/SMK ini sudah dibawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi.

“Kita berharap kepada Pemerintah, karena SMK sudah dibawah provinsi, supaya Ada semacam payung hukum berupa regulasi atau aturan, bisa berupa peraturan gubernur terkait kontribusi masyarakat terhadap pendidikan sekolah melalui komite.

Yang kedua, Peraturan Gubernur yang menyatakan agar Dunia Usaha / Dunia Industri (DUDI) wajib bermitra dengan SMK, Seperti praktek siswa, magang guru, guru tamu, penyerapan tenaga kerja lulusan SMK .

Yang ke tiga yaitu Rekrutmen guru kejuruan, karena kita masih sangat membutuhkan guru kejuruan, untuk menambah wawasan Siswa.
Dan yang terakhir Repitalisasi sarana dan prasaran praktek kejuruan, itu saja yang kami harapkan kepada pemerintah provinsi.

Hingga saat ini, Banyak Lulusan SMK yang bekerja di luar, sekitar 50% lulusan SMK terserap ke DUDI, dimana 30% ke wirausahaan mandiri, dan 20% perguruan tinggi.”pungkasnya. (Editor Jon Heri).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here