Home EMPAT LAWANG Situasi Desa Suka Kaya sudah kondusif

Situasi Desa Suka Kaya sudah kondusif

134
0

#Warga Sudah Mulai Beraktivitas Seperti Biasa
Laporan Agus Subhan Bakin

EMPAT LAWANG, Jodanews  – Situasi Desa Suka Kaya, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang, Jumat (10/3) sudah kondusif. Warga desa sudah beraktivitas seperti biasa, mereka yang bekerja sebagai petani sudah ke kebun ataupun sawah mereka masing-masing.

Pantauan dilapangan, dua unit mobil yang digunakan anggota polisi yang rusak berat dan nyaris tidak bisa diperbaiki karena massa diletakkan di pinggir lapangan, cukup jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

Kepala Desa Suka Kaya, Kecamatan Saling, Hernain Zakaria mengatakan, sekarang situasi sudah kondusif. Warga sudah melakukan aktivitas seperti biasanya. Sementara Pani Karsa alias Ika (26) yang menjadi korban penembakan anggota polisi masih dirawat di Desa Muara Kati, Kabupaten Musi Rawas.

“Sudah pulang dari rumah sakit, pelurunya sudah dikeluarkan. Sekarang di Muara Kati tempat keluarganya karena dekat dengan rumah sakit  sekalian diobati secara tradisional,” ujar Hernain, jumat (10/03).

Mengenai kendaraan yang digunakan polisi, belum ditarik pihak polisi. Pihak Polres hingga dini hari  ini belum ada yang datang ke desa, begitu juga sebaliknya, pihak kades ataupun warga belum ada yang dipanggil untuk ke Polres. “Kata pihak Polres, mobil biarkan dulu ditinggal di sini (Desa Suka Kaya,red),” jelasnya.

Warga desa, kata Hernain tidak terima jika korban dikatakan pelaku narkoba ataupun judi togel. Warga desa termasuk pihak korban dan keluargannya siap dites urine untuk membuktikannya. Namun anggota polisi yang menggerebek juga harus dites urine.

Bahkan buntut dari kejadian itu, rencana hibah tanah untuk pembangunan kantor Polsek di Desa Suka Kaya tidak dilanjutkan. “Rencana hibah tanah seluas dua hektar untuk bangun Mapolsek kami tarik lagi. Warga tidak setuju akibat kejadian kemarin, warga sudah kecewa,” tukasnya.

Sementara istri korban Pani Karsa, Arnita (20) menerangkan, saat kejadian suaminya tidak ada di rumah. Dia pergi menjenguk keluarganya yang sedang sakit, lokasinya tak jauh dari rumahnya sendiri. Tiba-tiba sekitar lima orang polisi dengan pakaian preman masuk ke rumahnya tanpa pamit dan menembak kearah atap beberapa kali.

“Di dalam rumah ada keluarga saya, lima orang semuanya sudah tidur di ruang tamu. Saya di kamar sedang menidurkan anak saya Kina yang masih kecil usiannya 1,5 tahun. Tiba-tiba ada yang masuk, kami tidak tahu kalau mereka polisi karena berpakaian preman dan langsung nembak-nembak,” jelasnya.

Mendengar suara tembakan itula, suaminya pulang dan melihat Arnita sudah sudah ditodongkan pistol oleh polisi. “Polisi itu meletakkan pisolnya di dagu saya. Suami saya marah dan langsung ditembak oleh polisi itu. Polisi juga sempat nembak ke atas sehingga seng kamar kami jebol,” katanya.

Saat ini dirinya maupun keluarganya masih trauma dan tidak terima dengan perlakuan pihak polisi tersebut. “Sekarang mana yang baiknya saja. Tapi kami tidak terima dengan kejadian kemarin (Kamis Malam.Red), sekarang masih trauma,” katanya.

Selain itu, Febri (27) adik ipar Pani Karsa menjelaskan, saat kejadian dirinya tidur di kursi ruang tamu. Setelah mengetahui polisi datang, salah satu polisi menginjak tanggannya sehingga menyebabkan dua jari tangan kirinya patah.

“Saya tidak tahu apa-apa, tangan saya diinjaknya. Dua jari tangan saya pecah sekarang belum bisa digerakkan. Sudah diobati dan diurut,” katanya.

Sementara itu Kapolres Empat Lawang, AKBP Bayu Dewantoro mengatakan, jika pihaknya sudah menyampaikan kepada pihak keluarga untuk permasalah pengobatan Polres Empat Lawang siap menanggung biayanya.

“Monggo mau berobat dimana apa di Tebing Tinggi atau di Kota Lubuklinggau kami (Polres Empat Lawang) sudah menyampaikan akan menanggung biaya pengobatan,” ujar Bayu.

Lalu, bagaimana dengan proses hukum selanjutnya, Bayu menerangkan, untuk proses hukum itu, di kepolisian bukanlah menjadi yang paling utama , yang terpenting yakni memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), salah satunya yakni agar terbentuknya lingkungan yang kondusif.

“Yang terpenting itu kondusif terlebih dahulu, setelah itu kita berikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu bentuknya ya itu tadi kami siap menanggung biaya pengobatan warga yang ditembak kemarin,” jelasnya.

Pihaknya saat ini sudah melengkapi barang bukti (BB) dan memeriksa saksi-saksi. Saksi-saksinya anggota mereka sendiri dan sudah diperiksa Propam. Mengenai dua kendaraannya, belum tahu kapan akan ditarik dari TKP.

“Biarlah dulu kemarin saya titip dengan kades. Nanti diambil Pemkab juga, kasihan saya sama masyarakat kalo anarkis​, masuk koran, tambah negatif kesan masyarakat luas ke mereka,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Desa Suka Kaya, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang mendadak heboh. Pasalnya salah satu warganya, Pani Karsa alias Ika (26) ditembak oleh anggota Polres Empat Lawang. Kejadian pada Rabu (8/3) sekitar pukul 21.45 WIB itu menyebabkan ratusan lebih warga desa mengamuk.

Bahkan buntut dari kejadian tersebut dua kendaraan milik anggota gabungan Sat Reskrim dan Sat Res Narkoba Polres Empat Lawang mobil Toyota Innova warna abu-abu bernopol BG 2076 SZ dan Suzuki Carry Funtura warna putih bernopol BG 9569 EB rusak berat karena dihancurkan massa.(Editor Jon Heri)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here