Kinerja Panitia HUT PTBA Kurang Profesional
MUARA ENIM, Jodanews – Kinerja panitia HUT PTBA Ke-36 bekerja kurang profesional, ketika malam puncak HUT PTBA, ratusan undangan yang hadir membuat kecewa bagi masyarakat yang datang, tidak bisa masuk dan malah diusir security PTBA, padahal mereka sebagian di undang PTBA, Jumat (10/3/2017)
“Tidak disangka sangka kami yang jauh datang dari kota prabumulih hendak menonton malam puncak HUT PTBA, dengan didatangkannya artis ibukota yaitu Radja, terpaksa pulang dengan hati yang kecewa dan sedih. Karena perlakuan panitia tidak ramah terutama security nya,”ungkap adora warga kota prabumulih dengan raut muka yang kecewa.
Lain lagi dengan warga kota lahat Muslihat mengatakan, Kami sangat kecewa dengan PTBA. Kami datang diundang kesini, namun mengapa tidak bisa masuk dengan alasan penuh.
Menurut Yuslihan, kegiatan malam puncak HUT PTBA, memang setiap tahun selalu diadakan dan biasanya mengundang artis ibukota. Dan sebagai ungkapan syukur, mungkin mereka mengundang masyarakat ring I PTBA.
“Awalnya kami merasa senang diundang PTBA untuk menghadiri malam puncak, namun pas datang kami yang datang jauh-jauh tidak bisa masuk dengan alasan kapasitas penuh,” ujarnya.
Menurut Yuslihan, Seharusnya pihak panitia bisa menghitung dahulu kapasitasnya yang ada dengan undangan yang disebar, sehingga tidak berjubel seperti ini. Dan ini menunjukkan, jika panitia HUT PTBA kali ini, benar-benar tidak profesional.
“Untuk apa mengundang kami, jika kesini tidak bisa masuk. Kami sebagai warga ingin juga menikmati hiburan, jangan orang PTBA dan keluarganya saja, sedangkan kami hanya menghisap debu saja,”ungkapnya.
Hal senada dikatakan Aldo (35) warga Tanjung enim, bahwa sebagai warga ring I, benar-benar kecewa dengan kinerja panitia HUT PTBA. Sangat disayangkan sekali, dana miliaran rupiah yang dihabiskan untuk HUT PTBA, namun gaungnya sangat kurang sekali. Padahal sebagai perusahaan publik, masyarakat harus tahu dengan kinerja PTBA.
“Saya kira kinerja panitia perlu di audit, kemana saja uang miliaran tersebut dihabiskan,”pungkasnya.
Hal yang mengejutkan sekali ketua PWI Muara Enim, Andi Chandra dibentak anggota security ketika ingin masuk kedalam gedung yang dipandu panitia akhirnya tidak bisa masuk.
“Wartawan dilarang masuk kedalam gedung dan dilarang untuk meliput,”ungkap security.
Serta sambil memegang bahu ketua pwi dan bicara “kau ketua pwi mano kartu anggota kau,”cetus security.
Melihat ketua pwi dibentak security, wartawan lainnya tidak menerima perlakuan ucapan kasar dari security dan terjadinya perdebatan. Akhirnya timbul kisruh.
Manager PTBA Joko akhirnya keluar gedung dan menenangkan pertengkaran ucapan yang terjadi antara security kepada wartawan, dan segera meminta maaf atas kesalahan panitia dan security serta menyuruh wartawan untuk masuk kedalam gedung.
Namun sayang Ketua PWI dan anggota PWI serta wartawan lainnya pulang kerumah karena sudah tidak sedap lagi untuk masuk kedalam gedung PTBA.
Ketua PWI Muara Enim Andi Candra SE mengatakan, bahwa pihaknya mengaku sangat kecewa dengan kinerja panitia HUT PTBA ke-36 ini. Sebab jangankan masyarakat, media saja tidak bisa masuk untuk meliput, bahkan ironisnya lagi media sempat dilarang masuk, padahal diundang dan dijelaskan bahwa kami media.
“Ini humas PTBA tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sayang perusahaan besar tetapi kurang profesional,” ujarnya.
Sementara itu Sekper PTBA Adib Ubaidillah didampingi Manager Komunikasi Coorporate dan Humas Asmara Karma serta Kepala security PTBA, menyatakan meminta maaf atas ketidaknyamanan insan pers dengan ulah oknum security yang diduga telah menghalangi-halangi tugas seorang wartawan serta tidak profesional. Pihaknya berjanji akan memperbaiki kinerja humas PTBA serta security PTBA.
“Iya pak, kami akui ada miss comunication dengan security dan panitia HUT PTBA. Nanti akan kami evaluasi dan menjadi pelajaran,” pungkas Asmara yang baru sekitar satu bulan menjabat ini. (Editor Jon Heri).








