Laporan Zoel
MUARA ENIM -Kepala kepolisian daerah (Kapolda) Sumatera Selatan (Sumsel), Brigjen Pol Drs Agung Budi Maryoto MSi melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Polres Muara Enim, yang diikuti Wakapolda Sum-Sel, Kasdam II Srwijaya, Brigjen Marga Taufiq dan Petinggi Polda Sum-Sel lainnya, Kamis (2/3/2017).
Kedatangan Kapolda Sum-Sel disambut Kapolres Muara Enim, AKBP Hendra Gunawan SIk MSi, Bupati Muara Enim Ir Muzakir Sai Sohar dengan tarian sambut daerah serta atraksi beladiri TNI dan POLRI yang berlangsung di Halaman Mapolres Muara Enim.
Turut Hadir Kepala Kejaksaan Muara Enim, Dandim 0404 Muara Enim, Anggota DPRD, seluruh Kapolsek Kab.Muara Enim, Kepala Imigrasi Klas II Muara Enim, SKPD, FKPD, Tokoh Pemuka Agama.
Dalam kesempatan itu pula Kapolda memberikan bingkisan tali kasih dan cenderamata kepada tiga pilar kamtibmas, serta sekaligus melakukan pemusnahan ratusan senjata api rakitan hasil serahan masyarakat dan tangkapan Mapolres Muara Enim.
Hasil Ops Senpi Musi 2017 yang terdiri dari pengungkapan kasus meliputi target operasi dua kasus, non Target Operasi (TO) 10 kasus, ungkap kasus home industry satu kasus.
Yang berhasil diamankan tersangka 12 orang laki laki, barang bukti senpira laras panjang 13 pucuk, sempurna laras pendek 10 pucuk, amunisi/peluru katup 59 butir, selongsong peluru 4 butir, peluru tabur terbuat dari timah 51 butir, senapan angin diduga akan dimotiv jadi senpira 2 pucuk, alat peralatan untuk membuat sempurna seperti mesiu, kertas kip, mesin gerinda, mesin bor, mata bor dan lainnya.
Sedangkan hasil senpira serahkan masyarakat sebanyak 236 pucuk yang terdiri dari seputar laras panjang 201 pucuk, senpira laras pendek 35 pucuk.
Setelah selesai acara di mapolres muara enim kapolda melangsungkan menuju Gedung Putri Dayang Rindu (Kesenian) Muara Enim untuk melaksanakan kegiatan tatap muka dengan FKFD, Personil Polres Muara Enim, Tiga Pilar Kebangsaan dan Masyarakat Kabupaten Muara Enim.
Kapolda Sumsel, Brigjen Pol Agung Budi Maryoto MSi menyampaikan, berkaitan dengan dinamika keamanan ketertiban masyarakat dilingkungan Sumsel khususnya, seiring dengan jalannya reformasi, menjadikan sistem memperbaiki sistem yang sebelumnya dianggap belum tetap. Yang diawali dengan tahun 1997 dengan ada jaya krisis moneter dunia termasuk juga regional Asia Tenggara dan Indonesia.
“Ingat pada tahun 1997 Kurs rupiah terhadap US dolar masih sekitar 2000 tapi dengan digulirkannya krisis ekonomi yang berkepanjangan maka mencapai 15000 -18000 rupiah. Oleh karena itu terjadilah gelombang reformasi,”pungkasnya.
Setelah selesai acara kapolda melanjutkan ke Balai Agung Serasan, Bupati Muara Enim dengan acara makan bersama.
“Tidak hanya batubara yang ilegal, semua yang Ilegal kita tertibkan, batubara yang tidak tertib kita tertibkan juga,”ungkap Kapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Agung Budi Maryoto M.Si setelah selesai acara di wawancarai beberapa media mengenai batu bara yang ilegal.(Editor Jon Heri)








