Home HL Warga Desa Lebak Budi Temukan Mayat Heriawan di Sungai Enim

Warga Desa Lebak Budi Temukan Mayat Heriawan di Sungai Enim

186
0

 Laporan Zoel

MUARA ENIM, Jodanews – Akhirnya mayat Heriawan (36) warga Desa Sukaraja, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim ditemukan, setelah hanyut dan tenggelam terbawa arus Sungai Enim selama tiga hari. Korban ditemukan mengapung di pusaran air Lubuk Ulak Sungai Enim, Desa Lebak Budi, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, Rabu (22/3/2017) sekitar pukul 07.00.

Informasi yang dihimpun di lapangan, korban ditemukan secara tidak sengaja oleh warga Desa Lebak Budi yakni Firman dan Hidayat yang akan mandi di Sungai Enim.

Kedua warga tersebut, melihat ada sosok mayat mengambang dan berputar-putar di pusaran air Lubuk Ulak Sungai Enim yang dikenal dalam.

Lalu keduanya memberitahukan temuan tersebut ke Kadus II Desa Lebak Budi Herison yang kemudian diteruskan ke Kades Lebak Budi. Mendengar hal tersebut, Kades Lebak Budi, langsung menelpon Polsek Tanjung Agung dan Tim SAR gabungan yang sedang melakukan pencarian.

Mendapat kabar tersebut, Polsek, Tim SAR gabungan dan masyarakat, turun bersama-sama melakukan evakuasi dan membawa mayat korban ke Rumah Sakit Bukit Asam untuk dilakukan visum.

Namun untuk visum dalam, pihak keluarga korban keberatan meski sudah diberikan pengertian, karena menolak akhirnya dibuatkan surat pernyataan diatas materai yang di ketahui  Kades dan kadus setempat.

Sementara itu Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kapolsek Tanjung Agung AKP Iwan Gunawan didampingi Kasubag Humas AKP Arsyad Agus, saat ini, jenazah korban sudah dibawa keluarga korban untuk disemayamkan.

Dari hasil visum luar, korban tewas karena dibunuh dan ditubuhnya ditemukan empat luka tusukan yakni diperut, ulu hati, tengkuk dan belikat.

Untuk pelaku pembunuhan Mahartoni (48) sudah diamankan bersama barang bukti pisau.

Adapun motif belum pasti, namun dari pengakuan tersangka karena sering bertengkar sebab tempat tinggal korban dan tersangka bersebelahan dibawah rumah karena masih sepupu.

Kejadian pada Minggu (19/3), merupakan puncak keributan sehingga terjadi perkelahian yang menyebabkan satu korban jiwa.

“Mereka ini, dalam tiga tahun terakhir sering ribut. Dan kebetulan selain masih sepupu, tempat tinggal berdempetan disekat dibawah rumah panggung,” ujar AKP Iwan. (Editor Jon Heri)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here