Laporan Agus / Topik
BANYUASIN, Jodanews – Terkait adanya aksi demo yang dilakukan puluhan siswa – siswi SMPN I Suak Tapeh yang tinggal di Desa Bengkuang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin ke kantor Camat suak tapeh, dengan tujuan menuntut janji Pjs Kepala Desa (Kades), untuk membenahi jalan alternatif yang biasa mereka lewati rusak parah.
Dalam aksi tersebut mereka mengaku sering bolos sekolah , sementara pihak sekolah tidak mau tau dengan alasan mereka. Namun menurut ketua Komisi IV DPRD Banyuasin, Jamaludin melalui anggotanya Saharudin, menilai bahwa aksi demo tersebut sarat di kambing hitamkan, karena selain ada dugaan kepentingan juga pihak sekolah tidak tahu akan aksi demo tersebut.
” kita sudah konfirmasi ke pihak sekolah terkait demo yang dilakukan puluhan siswa itu, namun kepala sekolah tidak tau kalau ada demo yang dilakukan siswa” terang anggota komisi IV DPRD kabupaten Banyuasin, H. Saharudin, Senin (6/2).
Kalau dari pandangan saya, Sambungnnya, bahwa tidak ada alasan kalau siswa tidak sekolah karena alasan jalan rusak, sebab kalau soal jalan itu kenapa harus melibatkan siswa yang jelas tidak tahu-menahu tentang politik apa lagi sampai menagih janji seorang Pjs Kades. Jadi yang perlu dipertanyakan itu ada kepentingan apa dibalik demo ini, kami khawatir ada yang menunggangi para siswa ini.
“Itu sangat tidak wajar kalau siswa yang menagih janji jalan rusak dengan alasan tidak dapat sekolah, yang kita khawatirkan ada kepentingan politik di balik aksi siswa ini. Tidak mungkin mereka mempunyai insiatif bisa berbuat seperti itu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN I Suak Tapeh, Azalal Mawardi, membenarkan bahwa siswa demo tersebut tidak ada koordinasi dengan sekolah dan boleh dibilang itu ilegal.
“Tidak benar itu, kami khususnya, saya kepala sekolah tidak ada pemberitahuan bahwa siswa saya yang menggelar aksi demo, ” terangnya
Sejauh ini dirinya tidak pernah menerima laporan kalau siswa dari daerah sana tidak masuk sekolah di akibatkan jalan rusak. “Baik dari guru BK maupun wali murid tidak pernah melapor atau minta izin tidak sekolah karena jalan rusak, selama ini aktifitas belajar mengajar di sekolah baik-baik saja,” tegasnya.(Editor Jon Heri)








