Home HL Pukuli Rafli Layaknya Seorang Pencuri, HS Di Polisikan

Pukuli Rafli Layaknya Seorang Pencuri, HS Di Polisikan

123
0

Laporan Meida Sari

PALEMBANG, Jodanews  – Pasal telah menyerempet mobil dan sedikit membuat pengaman bodi bagian belakang mobil penyok, membuat M Rafli Dwi Anugrah (13) yang masih merupakan siswa SMP, dipukuli pemilik mobil berinisial HS seperti pencuri.

Lantaran mengetahui anaknya telah dipukuli orang hingga mengalami luka-luka, membuat Aiptu Redi memutuskan untuk melaporkan pelaku ke Polsek Sukarami Palembang. Awalnya, Rafli tidak mau berbicara kepada kedua orangtuanya bila sudah menjadi korban pemukulan hingga mengalami luka-luka di tubuhnya.

Hal ini baru tertungkap, setelah dipaksa untuk menceritakan kronologis awal kejadian pemukulan yang dialaminya. Selain itu, diperkuat dengan saksi yang bekerja di bengkel las karena sempat memisahkan pelaku saat melakukan pemukulan terhadap Rafli.

“Pelaku ini memukuli anak saya seperti pencuri. Sudah ditarik, lalu di cekik hingga badannya terseret dan mengalami luka-luka. Perlakuan itu yang tidak saya terima, meski badannya besar tetapi umurnya baru 13 tahun,” ungkapnya usai mendatangi Polsek Sukarami Palembang, Jumat (17/2/2017).

Pemukulan yang dialami siswa kelas 2 SMP ini terjadi di Jalan Super Semar pada tanggal 14 Febuari pukul 13.00 Wib lalu. Rafli menjadi korban pemukulan saat mengendarai motor temannya Agus untuk mendatangi tempat permainan futsal.

Meski sudah berteriak kesakitan, namun tetap saja pelaku masih terus memukulinya. Sedangkan temannya Agus, berusaha untuk pulang guna memberitahu pemukulan yang dialami Rafli. Namun, istri pelaku yang mengetahui nomor telepon orangtua Rafli langsung menghubungi untuk minta ganti kerusakan bemper mobil yang rusak.

“Aku sudah bilang sakit ketika dipukuli, tetapi orang itu malah marah-marah dan bilang aku berpura-pura mengalami kesakitan. Baju aku ditarik sampai robek dan membuat aku tersungkur, saat di aspal itulah dia mencekik dan menarik aku,” ujar Rafli yang berjalan masih terpincang-pincang karena luka di kaki kirinya.

Orangtua Rafli yang mendapat telepon, sebenarnya sudah memiliki niat untuk memperbaiki bemper mobil yang penyok. Akan tetapi, keluarga pelaku malah menuduh bila orangtua Rafli tidak mau mengganti kerusakan.

Padahal, saat itu orangtua Rafli sedang membawa Rafli ke rumah sakit karena luka-luka yang dialaminya. Karena ada niat baik, sehingga orangtua Rafli terlebih dahulu menyuruh keluarganya untuk mendatangi rumah pelaku dengan tujuan untuk menyelesaikan perkara ini secara baik-baik.

Meski sudah mendatangi rumah pelaku, mereka tidak terima dengan perkataan dari pelaku dan keluarganya yang seolah-olah menyudutkan keluarga Rafli. Dari itulah, orangtua Rafli akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan perkara ini melalui jalur hukum.

“Kalau memang tidak mau diselesaikan secara kekeluargaan, terpaksa kami tempuh jalur hukum. Terlebih anak kami yang dipukuli sampai luka-luka dan harus menjalani perawatan serta harus libur sekolah,” pungkanya.

Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Ahmad Akbar ketika dikonfirmasi pihaknya telah menerima laporan korban dengan nomor laporan TBL/316/II/2017/Sumsel/Resta/Plg/Sek Skrm.

“Korban sudah dimintai keterangan, nanti juga akan dipanggil teman korban yang menyaksikan pemukulan dan juga tukang las yang sempat katanya mau memisahkan pemukulan tersebut. Kasusnya masih kami selidiki,” ujarnya. (Editor Jon Heri)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here